Polisi Menangkap 16 Orang Diduga Jarah Minimarket di Sibolga
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gelombang penjarahan kembali terjadi di tengah kondisi Sibolga yang porak-poranda akibat longsor dan banjir.
Sejumlah minimarket di kota itu menjadi target warga yang diduga belum menerima bantuan logistik. Namun aksi tersebut tak berlangsung lama. Polisi bergerak cepat dan mengamankan 16 orang yang terlibat.
Kasat Reskrim Polres Sibolga AKP Rustam E Silaban menyebut seluruh pelaku ditangkap pada Minggu. Mereka diamankan di beberapa titik saat hendak atau sedang membawa barang-barang hasil penjarahan. Usianya muda, mayoritas masih belasan hingga awal 20-an. Barang yang diambil pun bukan hal mewah: minuman kemasan, sosis, gula, sabun, dan makanan ringan. Barang-barang yang menunjukkan satu hal, mereka butuh makan.
Minimarket yang disasar tersebar di tujuh lokasi: tiga gerai Indomaret di Jalan Sisingamangaraja, Jalan Suprapto, dan Jalan Sibolga–Barus; satu Alfamidi di Jalan Sisingamangaraja; serta tiga Alfamart di Jalan Imam Bonjol, Jalan Suprapto, dan Jalan Merpati. Penjarahan itu terjadi pada Sabtu pagi, saat kota masih sibuk mengatasi kerusakan akibat bencana.
Polisi dan TNI kini menjaga minimarket dan pusat perbelanjaan untuk mencegah aksi serupa kembali terulang. Situasi disebut berada dalam pengawasan ketat. Aparat meminta masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menyerahkan proses bantuan serta pengamanan kepada pihak berwenang.
Meski aparat telah menindak para pelaku, peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar: bagaimana memastikan bantuan sampai tepat waktu agar warga tidak terdorong mengambil risiko seperti ini? Bencana mungkin datang tiba-tiba, tetapi kebutuhan makan dan bertahan hidup tidak bisa menunggu.