Pengungsi Pasaman Barat Membeludak! Sebanyak 4.292 Jiwa Berebut Tempat Aman Setelah Banjir dan Longsor Hancurkan Pemukiman

Genvoice.id | 30 Nov 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID -  Jumlah warga yang terpaksa meninggalkan rumah di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, terus bertambah.

Hingga Minggu siang, tercatat 4.292 jiwa atau 1.198 kepala keluarga masih mengungsi ke berbagai titik aman di 11 kecamatan setelah banjir dan longsor menghantam wilayah tersebut.

Kepala BPBD Pasaman Barat Jhon Edwar, didampingi Sekretaris BPBD Gustrizal, menjelaskan bahwa sebagian besar pengungsi memilih bertahan karena takut banjir susulan, sementara sebagian lainnya menunggu cuaca membaik untuk melihat kondisi rumah mereka yang rusak.

Sebaran pengungsi terlihat hampir merata. Di Kecamatan Talamau, 221 jiwa atau 60 KK mengungsi akibat longsor, dengan detail 124 jiwa di Jorong Pasanggiang dan 97 jiwa di Batang Tinggal.
Di Kecamatan Sungai Beremas, 50 KK mengungsi karena banjir.

Kecamatan Ranah Batahan mencatat 95 KK pengungsi, dengan persebaran 60 KK di Silayang, 20 KK di Lubuk Gobing, dan 15 KK di Simpang Tolang Baru.
Di Kecamatan Kinali, tercatat 58 KK atau 172 jiwa, mayoritas berada di Limpato Anam Koto Selatan dan Kembar Sari Anam Koto Selatan.

Lonjakan terbesar terjadi di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, tempat 745 KK atau 3.177 jiwa harus meninggalkan rumahnya. Rinciannya:

  • Pondok Rumah Nelayan: 182 KK (650 jiwa)

  • Pondok Karambia Ampek: 101 KK (333 jiwa)

  • Pasar Lamo: 261 KK (996 jiwa)

  • Pondok: 201 KK (698 jiwa)

  • Basar Baru: 500 jiwa

Di Kecamatan Lembah Melintang, 185 KK atau 722 jiwa mengungsi, sementara Kecamatan Padang Belimbing dan Luhak Nan Duo masing-masing mencatat lima KK terdampak banjir.

BPBD menyebut warga kini tersebar di rumah keluarga, masjid, rumah tetangga, atau bangunan lain yang dinilai aman. Bantuan berupa sembako dan kebutuhan dasar sudah mulai disalurkan ke wilayah-wilayah terdampak.

Secara keseluruhan, BPBD melaporkan 13.281 KK atau 54.844 jiwa terdampak, satu orang meninggal dunia, serta kerusakan pada 26 fasilitas pendidikan, satu perkantoran, satu jembatan bendungan, dan 534 hektare lahan pertanian.

Situasi di Pasaman Barat masih dinamis dan aparat terus bekerja membuka akses serta memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi.