Arne Slot Dinilai Terlalu Banyak Alasan Atas Kekalahan Liverpool oleh Crystal Palace
JAKARTA, GENVOICE.ID - Liverpool kembali menelan hasil pahit di ajang Piala Liga Inggris. Bermain di Anfield, Kamis (30/10) dini hari WIB, The Reds dipermalukan tamunya, Crystal Palace, dengan skor 0-3. Hasil ini bukan hanya membuat Liverpool tersingkir dari kompetisi, tetapi juga menimbulkan tanda tanya besar terhadap kepemimpinan Arne Slot di kursi pelatih.
Dalam laga tersebut, Crystal Palace tampil efektif dan memanfaatkan kelemahan pertahanan Liverpool. Ismaila Sarr menjadi bintang kemenangan dengan dua gol, sementara satu gol lainnya dicetak Yeremy Pino. Di sisi lain, tuan rumah terlihat kehilangan arah permainan sejak awal pertandingan.
Arne Slot memilih menurunkan skuad muda dengan sejumlah pemain utama absen, termasuk Mohamed Salah, Alexander Isak, Hugo Ekitike, Jeremie Frimpong, dan Florian Wirtz. Keputusan ini terbukti berisiko tinggi, terutama ketika bek muda Amaro Nallo mendapat kartu merah di menit ke-79 saat timnya sudah tertinggal dua gol.
Usai pertandingan, Slot beralasan bahwa skuad yang diturunkannya tidak cukup kuat untuk menghadapi jadwal padat. Namun, pernyataan itu justru memancing kritik dari mantan pemain Liverpool, Stephen Warnock.
"Arne Slot hampir mengakui kalau skuadnya kurang kuat. Saya cukup kecewa dengan wawancara itu-terlalu banyak alasan," ujar Warnock dalam program BBC. "Anda pelatih klub Liga Champions, tapi mengeluh karena bermain dengan jeda dua hari. Anda tahu situasi itu sejak awal musim."
Warnock juga menyinggung kebijakan transfer Liverpool musim panas lalu yang dianggap kurang efektif. "Jika kedalaman skuad tidak memadai, itu berarti bisnis transfer Anda juga tidak berjalan baik," tambahnya.
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Liverpool yang hanya mencatat satu kemenangan dari tujuh laga terakhir di semua kompetisi. Tekanan terhadap Arne Slot pun semakin meningkat, terlebih setelah fans mulai meragukan arah permainan tim yang dulu dikenal dengan semangat tinggi dan intensitas menyerang.
Jika tren ini berlanjut, masa depan Slot di Anfield bisa berada di ujung tanduk, mengingat ekspektasi besar suporter terhadap klub yang baru saja memasuki era pasca-Jürgen Klopp.