Slaven Bilic Kritik Kroasia Usai Dibantai Spanyol: Kami Tidak Boleh Datang untuk Merayakan Mereka

Genvoice.id | 30 Sep 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Slaven Bilic kecewa dengan penampilan Kroasia saat menghadapi Spanyol. Ia menilai timnya tampil terlalu pasif dan tidak menunjukkan agresivitas yang dibutuhkan ketika berhadapan dengan tim berstatus juara dunia.

Kroasia menelan kekalahan telak dari Spanyol dalam pertandingan di Seville. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi skuad asuhan Bilic yang sedang menjalani proses regenerasi.

Bilic mengakui Spanyol merupakan lawan dengan kualitas tinggi. Namun, kondisi tersebut menurutnya tidak dapat menjadi alasan bagi Kroasia untuk tampil tanpa daya juang.

"Malam yang sulit bagi kami. Kami buruk dalam segala hal, kami kecewa. Kami bisa mencari sedikit alasan pada fakta bahwa ini adalah Spanyol, juara dunia, dan bahwa tim kami masih baru, tetapi kami tidak boleh bermain dengan agresivitas yang minim seperti itu," kata Bilic.

Ia menegaskan Kroasia seharusnya datang ke pertandingan dengan keberanian untuk memberikan perlawanan, bukan sekadar menjadi bagian dari pesta Spanyol.

"Kami tidak bisa datang ke sini hanya untuk menjadi bagian dari perayaan. Itu bukan diri kami," ujar mantan manajer West Ham tersebut.

Pertahanan Kroasia Jadi Sorotan

Selain minim agresivitas, Bilic juga menyoroti buruknya organisasi pertahanan Kroasia. Menurutnya, lini belakang timnya gagal menjaga konsentrasi ketika Spanyol memberikan tekanan.

Kroasia bahkan harus tertinggal sejak awal pertandingan. Setelah mampu menyamakan kedudukan, mereka kembali kebobolan ketika membutuhkan ketenangan untuk mengendalikan permainan.

Bilic secara khusus menyinggung gol yang lahir dari situasi bola mati sebagai salah satu contoh lemahnya pertahanan Kroasia.

"Kami bisa mencari banyak alasan. Ketika Anda kebobolan pada menit pertama melawan juara dunia, Anda butuh beberapa menit untuk pulih. Kami menyamakan kedudukan, dan ketika kami membutuhkan kekuatan, ketenangan, dan kecerdasan untuk mengganggu mereka, kami kebobolan gol lain dari bola mati," katanya.

Ia menilai persoalan tersebut menunjukkan bahwa Kroasia belum mampu bertahan dengan baik ketika menghadapi tekanan dari tim dengan kualitas seperti Spanyol.

"Itu menunjukkan bahwa kami bermain buruk, terutama dalam bertahan. Pertahanan kami tidak bekerja," ujar Bilic.

Bilic Tetap Melihat Sisi Positif

Meski kecewa dengan hasil dan performa tim secara keseluruhan, Bilic tetap menemukan beberapa hal positif dari penampilan anak asuhnya.

Ia menyebut Mateo Kovacic dan Ivan Perisic sebagai pemain yang beberapa kali mampu membantu Kroasia keluar dari tekanan Spanyol. Bilic juga memberikan apresiasi kepada Bruno Beljo yang mencetak gol untuk Kroasia.

"Terkadang kami berhasil mengatasi tekanan mereka dengan Kovacic dan Perisic, dan secara individu kami bisa menemukan beberapa hal bagus. Beljo bermain bagus, bukan hanya karena golnya," ucap Bilic.

Generasi Baru Kroasia Masih Butuh Waktu

Kekalahan tersebut menjadi evaluasi penting bagi proyek regenerasi Kroasia di bawah Bilic. Sang pelatih memahami bahwa skuadnya masih berada dalam tahap pembentukan, tetapi ia tetap menuntut standar yang lebih tinggi dari para pemain.

Menurut Bilic, secara kualitas individu, pemain yang diturunkan melawan Spanyol sebenarnya memiliki kemampuan untuk bersaing. Persoalannya adalah kemampuan tersebut belum terlihat secara maksimal ketika menghadapi lawan dengan level seperti Spanyol.

"Kami menyusun tim ini untuk suatu alasan. Di atas kertas, para pemain yang tampil malam ini punya segalanya, tetapi kami menunjukkan sangat sedikit," kata Bilic.

Karena itu, kekalahan di Seville menjadi bahan evaluasi bagi Kroasia, terutama terkait agresivitas, disiplin bertahan, dan mentalitas ketika menghadapi lawan dengan kualitas elite.