Siap-Siap! Tarif Transjakarta & Transjabodetabek Naik 1 Januari 2027
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan mengalami penyesuaian mulai 1 Januari 2027. Rencana tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersamaan dengan kebijakan perluasan penerima layanan transportasi gratis di Jakarta.
Pramono mengatakan jumlah golongan masyarakat yang bisa memperoleh kartu layanan transportasi gratis akan bertambah dari sebelumnya 15 menjadi 21 golongan. Namun, ia belum mengungkapkan besaran tarif baru yang akan berlaku untuk pengguna Transjakarta maupun Transjabodetabek.
Tarif Bakal Naik Mulai 1 Januari 2027
Pramono menyampaikan rencana tersebut saat memberikan sambutan dalam acara Hari Perhubungan Nasional tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026 di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026). Ia mengatakan penyesuaian tarif akan dilakukan bersamaan dengan perluasan cakupan layanan transportasi gratis.
"Nanti per 1 Januari kami akan melakukan perluasan dari 15 golongan menjadi 21 golongan. Tapi dengan jujur saya harus mengatakan, 1 Januari juga akan ada beberapa penyesuaian tarif harga untuk Transjakarta maupun Transjabodetabek," kata Pramono.
Rencana kenaikan tarif tersebut sengaja disampaikan lebih awal agar masyarakat memiliki waktu untuk mengetahui dan memahami kebijakan yang akan diterapkan. Pemprov DKI juga akan melakukan sosialisasi sebelum penyesuaian tarif diberlakukan.
Penerima Transportasi Gratis Bertambah
Di sisi lain, Pemprov DKI akan memperluas kelompok masyarakat yang dapat menikmati layanan transportasi gratis. Dari sebelumnya 15 golongan, jumlahnya akan menjadi 21 golongan mulai awal 2027.
Sejumlah kelompok yang akan masuk dalam perluasan tersebut antara lain pendamping penyandang disabilitas, warga Jakarta yang berstatus pencari kerja, pasien rujukan serta pelajar atau mahasiswa tidak mampu yang belum menerima KJP maupun KJMU. UMKM binaan dan korban bencana juga termasuk dalam kelompok yang disebut akan memperoleh layanan tersebut.
Kebijakan tersebut membuat cakupan penerima fasilitas transportasi gratis menjadi lebih luas. Dengan begitu, semakin banyak warga yang memenuhi kriteria dapat menggunakan layanan transportasi publik tertentu tanpa dikenakan tarif.
Transportasi Jakarta Sudah Terintegrasi 93 Persen
Pramono menyebut sistem transportasi di Jakarta saat ini telah mencapai tingkat integrasi sekitar 93 persen. Meski demikian, ia menilai masih diperlukan sejumlah perbaikan agar sistem transportasi publik dapat berjalan lebih maksimal.
Integrasi tersebut mencakup berbagai moda transportasi yang digunakan masyarakat untuk melakukan perjalanan di dalam maupun menuju Jakarta. Pemerintah daerah juga terus mendorong pengaturan antarmoda agar perjalanan masyarakat menjadi lebih terkoordinasi.
"Maka LRT, MRT, Transjakarta, Transjabodetabek, KRL, Mikrotrans, JakLingko dan sebagainya, pengaturannya saya minta kepada Dinas Perhubungan dan juga dengan BUMD terkait untuk dilakukan perbaikan dari waktu ke waktu," ujar Pramono.
Pemprov DKI Janji Tarif Tak Memberatkan
Meski tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan, Pramono memastikan pemerintah tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat dalam menentukan besaran tarif baru. Ia mengatakan kebijakan tersebut tidak ditujukan untuk memberikan beban tambahan kepada pengguna transportasi publik.
"Tetapi yang jelas, di dalam menentukan tarif itu, kami pasti mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga tidak membebani bagi masyarakat," ujarnya.
Pramono juga menyebut tarif transportasi publik di Jakarta masih relatif murah jika dibandingkan dengan tarif transportasi di wilayah sekitar Jakarta. Namun, besaran tarif baru untuk Transjakarta dan Transjabodetabek mulai 1 Januari 2027 belum diumumkan.
Dengan demikian, pengguna Transjakarta dan Transjabodetabek perlu bersiap menghadapi adanya penyesuaian tarif pada awal 2027. Di sisi lain, masyarakat dari enam golongan tambahan akan mendapatkan kesempatan memperoleh layanan transportasi gratis sebagai bagian dari perluasan kebijakan Pemprov DKI Jakarta.