Xiaomi Bawa Mobil Listrik Premium SU7 Ultra ke Jepang, Harga Tembus Rp1,2 Miliar!

Genvoice.id | 30 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Raksasa teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, resmi memperkenalkan mobil listrik premium SU7 Ultra untuk pertama kalinya di Jepang dalam sebuah peluncuran yang digelar di kawasan Akihabara, Tokyo, Jumat (26/9/2025). Meski sudah diperkenalkan ke publik, jadwal peluncuran resmi mobil ini di pasar Jepang masih belum ditentukan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi agresif Xiaomi di luar sektor gadget, memperluas kiprahnya ke dunia otomotif lewat kendaraan listrik pintar. Peluncuran ini juga menandai keseriusan Xiaomi dalam memperluas bisnis EV-nya ke luar Tiongkok, dengan Jepang sebagai target penting berikutnya.

Wakil Presiden Xiaomi Technology Japan, Zheng Yan, menyampaikan bahwa Xiaomi berencana menjual kendaraan listriknya melalui jaringan toko ritel ponsel Xiaomi, seperti yang telah mereka lakukan di Tiongkok. Hingga kini, Xiaomi memiliki dua toko di Prefektur Saitama dan berencana membuka tiga toko tambahan di wilayah metropolitan Tokyo, termasuk di Kota Chiba, sebelum akhir 2025.

Ekspansi ke kota besar lainnya seperti Osaka dan Nagoya ditargetkan pada 2026, dengan jangkauan nasional sebagai visi jangka panjang.

Mobil listrik SU7 Ultra sendiri dipasarkan di Tiongkok dengan harga 529.900 yuan, atau setara dengan sekitar Rp1,2 miliar. Kendaraan ini mencerminkan positioning Xiaomi sebagai pemain baru di segmen EV premium yang menggabungkan teknologi tinggi dengan desain futuristik.

Menariknya, Xiaomi juga memperkenalkan miniatur die-cast 1:18 dari SU7 sebagai bagian dari peluncuran. Model mini SU7 Ultra dibanderol 16.800 yen (sekitar Rp39 juta), sementara versi standar dihargai 14.800 yen (sekitar Rp34,5 juta). Harga yang cukup tinggi untuk model skala, namun sejalan dengan tren koleksi otomotif eksklusif.

Selain memperluas lini otomotif, Xiaomi juga tengah memperkuat fondasi ritelnya di Jepang. Toko Xiaomi pertama yang dikelola langsung dibuka pada 22 Maret 2025 di Kota Saitama, menawarkan lebih dari 160 produk pintar, termasuk ponsel, tablet, televisi, hingga peralatan rumah tangga.

Zheng Yan menyebut bahwa perusahaan menargetkan untuk membuka lima hingga sepuluh toko Xiaomi di Jepang selama 2025, sambil mempertimbangkan untuk mulai menjual peralatan rumah tangga berukuran besar, seperti AC dan kulkas, guna memperluas pangsa pasar.

Secara global, Xiaomi terus mempercepat strategi bisnis ritel dan otomotif. Presiden Xiaomi, Lu Weibing, sebelumnya menyatakan bahwa mereka berambisi membuka 10.000 toko di seluruh dunia dalam lima tahun ke depan, seiring dengan rencana ekspansi kendaraan listrik ke pasar Eropa pada 2027.