Kokoh di San Siro, Inter Milan Siap Hantam Slavia Praha Demi Tiket Awal ke Babak Gugur UCL! Kamu Pegang Siapa?

Genvoice.id | 30 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Finalis Liga Champions musim lalu, Inter Milan, akan kembali membuktikan kelasnya di hadapan publik sendiri saat menjamu Slavia Praha pada matchday 2 fase liga Liga Champions 2025/2026, yang akan digelar di Stadio Giuseppe Meazza (San Siro), Rabu, 1 Oktober 2025 pukul 02.00 WIB.

Dengan bekal kemenangan 2-0 atas Ajax di laga pembuka, Inter kini mengincar poin penuh kedua sekaligus mengamankan posisi teratas di grup. Menghadapi tim yang secara statistik tertinggal jauh, ini bisa jadi malam yang relatif nyaman bagi skuad Cristian Chivu, namun juga bukan tanpa potensi kejutan.

Inter Milan dikenal sangat kuat saat bermain di kandang dalam kompetisi Eropa. Tak terkalahkan dalam 16 laga kandang terakhir di Liga Champions (13 menang, 3 imbang), kekalahan terakhir mereka di San Siro terjadi tiga tahun lalu, tepatnya September 2022, dari Bayern Munchen.

Bukan hanya dominasi kandang, konsistensi di fase grup juga patut diperhitungkan. Dalam 15 pertandingan terakhir fase grup/fase liga Liga Champions, Inter hanya sekali kalah, meraih 10 kemenangan dan 4 hasil imbang. Pertahanan mereka pun sangat solid, mencatatkan 9 clean sheet dari 10 laga terakhir, rekor yang menjadikan San Siro tempat yang sangat tidak ramah bagi tamu, apalagi tim dengan lini serang lemah seperti Slavia Praha.

Slavia Praha datang ke laga ini membawa beban sejarah yang cukup berat. Mereka gagal meraih kemenangan dalam 12 pertandingan terakhir di Liga Champions (5 imbang, 7 kalah), dan kemenangan terakhir mereka di kompetisi ini terjadi hampir dua dekade lalu pada 2007 melawan Steaua Bucuresti.

Rekor di ajang Eropa secara umum pun tak jauh berbeda. Dalam 8 laga terakhir di kompetisi UEFA, Slavia mencatatkan 5 kekalahan dan hanya 3 imbang, termasuk gagal mencetak gol dalam 3 laga tandang terakhir. Saat menghadapi Inter di markas lawan, peluang mereka tampak sangat tipis.

Yang lebih menyakitkan, catatan lawan tim Italia juga buruk. Dari 11 pertemuan melawan klub Serie A, Slavia hanya menang sekali, imbang tiga kali, dan kalah tujuh kali. Bahkan dari 9 kunjungan ke Italia, delapan di antaranya berakhir dengan kekalahan.

Kedua tim terakhir bertemu di fase grup Liga Champions 2019/2020. Ketika itu, Slavia sempat mencuri hasil imbang 1-1 di San Siro, tetapi Inter membalasnya dengan kemenangan 3-1 di Praha, di mana Lautaro Martinez mencetak dua gol. Sejak saat itu, performa dan kualitas Inter telah berkembang jauh lebih matang.

Dengan skuad yang lebih dalam dan pengalaman bermain di final musim lalu meski kalah dari PSG, Inter kini berada dalam posisi sangat menguntungkan. Slavia tampaknya akan kesulitan memberi ancaman serius, kecuali mampu mematahkan tren negatif panjang mereka di Liga Champions.

Cristian Chivu tampaknya akan kembali mengandalkan kekuatan utamanya, termasuk lini pertahanan yang kokoh dan transisi cepat dari lini tengah ke depan. Di sisi lain, Slavia perlu bermain sempurna hanya untuk bertahan, apalagi mencuri poin dari San Siro.