Bangunan Ponpes Al-Khoziny Ambruk Saat Shalat Berjamaah, Puluhan Santri Luka-Luka
JAKARTA, GENVOICE.ID - Bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin sore (30/9/2025), ketika lebih dari seratus santri tengah melaksanakan shalat berjamaah di lantai dasar mushalla.
Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 15.35 WIB, bersamaan dengan proses pengecoran bangunan lantai tiga yang sedang berlangsung sejak pagi hari. Dugaan awal menyebutkan bahwa pondasi bangunan tidak mampu menahan beban, sehingga konstruksi dari lantai atas runtuh hingga ke lantai dasar.
Seorang santri kelas tujuh Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Khoziny, Wahid, memberikan kesaksian mengerikan dari dalam lokasi kejadian. Ia menyebut bahwa bangunan sempat bergetar saat shalat berlangsung.
"Ketika masuk rakaat kedua, bagian ujung mushalla ambruk lebih dulu, lalu merembet ke seluruh bagian bangunan," ujar Wahid yang berhasil menyelamatkan diri dan membantu santri lainnya keluar dari reruntuhan.
Menurut informasi sementara, lebih dari 100 santri berada di dalam mushalla ketika bangunan tersebut ambruk. Sejumlah besar dari mereka merupakan santri tingkat SMP atau MTs yang sedang menjalankan aktivitas keagamaan sore.
Sejak sore hari, belasan ambulans telah berjibaku mengangkut korban ke RSUD Sidoarjo dan beberapa rumah sakit rujukan lainnya. Hingga malam hari, puluhan ambulans masih berjaga di lokasi untuk proses evakuasi dan pertolongan lebih lanjut.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menurunkan personel SAR terbaik dari Basarnas Jawa Timur, bekerja sama dengan tim gabungan lainnya.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin menolong para santri yang terjebak reruntuhan. Saat ini fokus kami adalah evakuasi dan penyelamatan," ujar Edy.
Ia menambahkan, laporan awal menunjukkan bahwa ambruknya bangunan terjadi saat proses renovasi dengan pengecoran lantai empat. Indikasi utama adalah ketidakmampuan struktur pondasi dalam menopang beban tambahan.
Bangunan mushalla yang ambruk diketahui sedang mengalami renovasi penambahan ruang di lantai atas. Sejumlah pihak kini mulai mempertanyakan aspek keselamatan konstruksi, kelayakan teknis, serta izin renovasi yang digunakan dalam proses pembangunan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak yayasan atau pimpinan pondok terkait status izin konstruksi dan pengawasan teknis proyek yang tengah berjalan saat insiden terjadi.