Ahmad Sahroni Dicopot dari Wakil Ketua Komisi III DPR, Buntut Pernyataan Kontroversial yang Viral di Sosial Media?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar mengejutkan datang dari dunia politik, di mana Ahmad Sahroni resmi dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Keputusan ini diambil oleh Fraksi Partai NasDem setelah Sahroni sempat jadi perbincangan panas.
Banyak yang menduga, pencopotan ini erat kaitannya dengan pernyataannya soal gaji, tunjangan anggota DPR, dan berbagai pernyataan kontroversialnya yang viral dan beredar luas di media sosial.
Semua bermula saat Sahroni, yang juga menjabat Sekretaris Fraksi Partai NasDem, mencoba meluruskan persepsi masyarakat tentang gaji dan tunjangan yang diterima para wakil rakyat.
Ia mengatakan, nominal yang sering dianggap "wah" itu sebenarnya biasa saja. Menurutnya, jangan sampai masyarakat salah paham dan menganggap anggota DPR cuma cari enaknya.
"Jadi jangan dilihat karena nilai uangnya, wow, fantastis. Nggak, itu biasa sebenarnya. Cuma kan ada orang yang nggak senang, wow gila DPR semau-maunya gitu. Dapet duit senang-enaknya ngelakuin hal. Nggak," katanya.
Sahroni juga menambahkan bahwa uang yang diterima anggota DPR itu pada akhirnya akan kembali lagi ke masyarakat.
"Kita-kita orang adalah perwakilan yang dinamai adalah pejabat publik yang juga digaji oleh masyarakat. Uangnya pasti kembali ke masyarakat," tegas Sahroni. Dia pun menyindir, cara berbagi para anggota DPR itu tidak perlu diumbar-umbar. "Jadi tangan kanan memberi, tangan kiri ya diumpetin-lah ceritanya. Itu istilah," ia menambahkan.
Lebih lanjut, Sahroni juga membandingkan tunjangan yang diberikan sekarang dengan fasilitas rumah dinas yang dulu. Menurutnya, tunjangan tunai yang sebesar Rp 50 juta itu jauh lebih hemat.
"Kalau dikasih fasilitas rumah, itu biayanya akan lebih mungkin 10 kali lipat dari yang dikasih tunjangan kepada anggota DPR, sebanyak Rp 50 juta," jelasnya, menyoroti biaya perawatan yang membengkak untuk AC atau peralatan lain di rumah dinas.
Surat Sakti dari Fraksi NasDem
Tak lama setelah pernyataan kontroversialnya, beredar surat dari Fraksi Partai NasDem yang menginformasikan pergantian jabatan Sahroni. Surat bernomor F.NasDem.758/DPR-RI/VIII/2025 itu ditandatangani langsung oleh Ketua Fraksi Viktor Bungtilu Laiskodat dan bahkan oleh Sahroni sendiri.
Dalam surat itu, disebutkan bahwa Sahroni kini berpindah tugas menjadi anggota Komisi I DPR. Sementara itu, posisi yang ia tinggalkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR kini diisi oleh Rusdi Masse Mappasessu, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Komisi IV DPR.
Pergantian ini pun memicu spekulasi di kalangan publik. Meskipun tidak ada pernyataan resmi yang mengaitkan langsung pencopotan ini dengan kontroversi gaji.
Kejadian ini menambah daftar panjang drama di Senayan dan menjadi pelajaran berharga bagi para pejabat publik, bahwa setiap kata yang diucapkan bisa memicu reaksi besar.