Kategori Baru Grammy 2027 Picu Pro Kontra, Bentuk Apresiasi Musik Asia atau Justru Batasi Musisi?

Genvoice.id | 30 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pengumuman lima kategori baru untuk The 69th Grammy Awards 2027 langsung menarik perhatian pecinta musik dunia. Dari seluruh kategori yang diperkenalkan, Best Asian Pop Music Performance menjadi yang paling banyak diperbincangkan karena memunculkan pro dan kontra di kalangan penggemar maupun pelaku industri musik.

Pihak The Recording Academy menyebut kehadiran kategori tersebut merupakan bagian dari upaya mengikuti perkembangan industri musik global yang semakin beragam. Langkah ini diklaim sebagai bentuk apresiasi terhadap semakin besarnya pengaruh musik Asia di pasar internasional.

CEO The Recording Academy, Harvey Mason Jr., menjelaskan bahwa penambahan kategori baru dilakukan setelah menerima berbagai masukan dari komunitas musik.

Menurutnya, industri membutuhkan lebih banyak ruang untuk memberikan penghargaan kepada genre dan karya yang terus berkembang di berbagai belahan dunia.

Aturan Bahasa Jadi Sorotan

Meski disebut sebagai langkah inklusif, aturan dalam kategori baru tersebut justru memicu perdebatan. The Recording Academy menetapkan bahwa lagu yang didaftarkan dalam kategori Best Asian Pop Music Performance harus menggunakan bahasa asli negara asalnya.

Artinya, karya berbahasa Inggris yang dibawakan musisi Asia tidak memenuhi syarat untuk bersaing di kategori tersebut.

Ketentuan ini langsung menjadi sorotan karena sejumlah artis Asia sukses menembus pasar global melalui lagu berbahasa Inggris. Lagu seperti Dynamite dan Butter milik BTS menjadi contoh karya yang tidak akan memenuhi kriteria jika aturan tersebut sudah berlaku saat dirilis.

Sejumlah media internasional juga menilai kebijakan tersebut dapat berdampak pada artis Asia lain yang aktif merilis lagu berbahasa Inggris. Nama-nama seperti KATSEYE, NIKI, Rich Brian, hingga Beabadoobee disebut berpotensi tidak memenuhi persyaratan kategori tersebut.

Sebaliknya, lagu-lagu yang menggunakan bahasa Korea, Jepang, atau Mandarin memiliki peluang lebih besar masuk dalam nominasi jika sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penggemar BTS Pertanyakan Kebijakan Grammy

Tak lama setelah pengumuman tersebut, media sosial X dipenuhi berbagai tanggapan dari penggemar, khususnya ARMY, fandom BTS.

Sebagian penggemar menilai kategori khusus untuk musik Asia berpotensi memisahkan musisi Asia dari persaingan di kategori-kategori utama seperti Album of the Year maupun Record of the Year.

Kekhawatiran itu muncul karena sejumlah grup dan solois Asia dalam beberapa tahun terakhir berhasil menunjukkan prestasi di pasar musik global. Kehadiran kategori tersendiri dikhawatirkan membuat peluang mereka bersaing dengan musisi internasional di kategori utama menjadi semakin kecil.

Sebagian pengguna media sosial juga mengaitkan isu tersebut dengan kemunculan kategori khusus K-Pop di berbagai ajang penghargaan Barat sebelumnya. Namun, perlu ditegaskan bahwa pandangan tersebut merupakan opini dan spekulasi yang berkembang di kalangan penggemar, bukan pernyataan resmi dari pihak Grammy.

Apresiasi atau Pembatasan?

Perdebatan mengenai kategori baru ini mengingatkan publik pada berbagai kebijakan penghargaan musik di masa lalu yang juga sempat menuai kontroversi.

Banyak pihak menilai kehadiran kategori khusus dapat menjadi bentuk pengakuan terhadap perkembangan musik Asia yang kini memiliki pengaruh besar di industri global. Namun, tidak sedikit pula yang beranggapan langkah tersebut justru berpotensi menciptakan batas baru bagi musisi Asia untuk bersaing di kategori paling prestisius.

Apakah Best Asian Pop Music Performance akan menjadi bentuk apresiasi nyata atau justru memunculkan perdebatan baru, jawabannya kemungkinan baru akan terlihat saat The 69th Grammy Awards digelar pada 2027 mendatang.