Viral! Siswa SMA Bandung Sulap Tulang Ayam Jadi Beton Super Kuat & Anti Air, Lebih Murah Pula!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kamu nggak akan nyangka kalau limbah tulang ayam yang biasanya cuma jadi sampah ternyata bisa disulap jadi bahan bangunan yang kuat, tahan air, dan ramah lingkungan! Tiga siswa SMA asal Bandung sukses membuktikannya lewat penelitian yang bikin kagum sampai dunia internasional.
Ide brilian ini datang dari Muhammad Haikal Alqory, Viandra Satriya Hutama, dan Mochammad Zahran Alfathin Mulkan Djunaedi, siswa SMA Pribadi Bandung. Semua bermula dari kebiasaan makan siang di sekolah, di mana lauk ayam jadi menu andalan. Nah, tulang ayam sisa makan itulah yang mereka manfaatkan.
Zahran bercerita, "Di sekolah kan kami dapat makan siang. Lauknya, paling sering daging ayam. Tulang-tulang ayam sisa makan itu yang kami manfaatkan." Dari situlah mereka mulai menggali potensi kalsium karbonat (CaCO3) yang terkandung dalam tulang ayam-zat yang sama dengan bahan utama semen dan beton dari batu kapur.
Masalahnya, proses ekstraksi CaCO3 dari tulang ayam nggak semudah itu. Gen, mereka harus melalui tahapan mencuci, mensterilkan, memanaskan, lalu menumbuk tulang-tulang itu hingga jadi bubuk halus. Tapi hasilnya mengejutkan: dari 3 kg tulang ayam, cuma jadi 1 kg tepung. Dan dari situ, hanya 300 gram serbuk CaCO3 yang bisa diambil, dengan kemurnian 47 persen-jauh di bawah batu kapur biasa yang 76 persen.
Namun, Zahran menjelaskan keunggulan dari limbah ayam ini adalah karena mengandung kalsium fosfat, yang bisa memperkuat beton. Walaupun sempat berkali-kali gagal eksperimen, bahkan hampir menyerah, mereka terus lanjut.
"Kami hampir putus asa. Dan sempat berpikir untuk ganti. Karena untuk mengekstraksi CaCO3 itu butuh waktu seminggu. Karena prosesnya harus dari awal lagi. Ngumpulin tulang lagi," kata Viandra.
Tapi akhirnya perjuangan mereka terbayar. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB menguji hasil proyek mereka dan menyatakan bahwa beton dari tulang ayam ini lebih padat, lebih kuat, dan lebih tahan air dibanding beton biasa. Bahkan, pori-porinya lebih kecil, sehingga memenuhi standar SNI.
"Beton dengan CaCO3 dari tulang ayam lebih kuat, lebih dapat dan porositasnya (pori-pori) lebih rendah. Sehingga lebih tahan air dan memenuhi standar SNI," kutip Viandra dari hasil pengujian ITB.
Selain unggul secara kualitas, beton ramah lingkungan ini juga lebih hemat biaya. Bayangin aja, untuk membangun rumah ukuran 100 meter persegi, bisa irit sampai Rp5 juta dibanding beton biasa.
Inovasi ini pun nggak cuma bikin heboh lokal, tapi juga mendunia. Mereka berhasil sabet medali emas di ajang International Greenwich Olympiad (IGO) 2025, dalam kategori environmental science. Acara ini digelar pada 22-28 Juni 2025 dan diikuti pelajar-pelajar top dari berbagai negara.
Nah Gen, siapa bilang anak SMA cuma bisa ngerjain PR doang? Kalau kamu punya ide, jangan ragu buat eksplorasi. Bisa jadi, inovasi kamu yang selanjutnya bakal bikin dunia tercengang!