Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Amerika Latin di Tengah Isu Penolakan Transit di New York oleh AS
JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Taiwan Lai Ching-te membatalkan rencana kunjungan diplomatik ke negara-negara sekutu di Amerika Latin yang sedianya dilakukan bulan depan. Alasan resmi yang disampaikan pemerintah Taiwan adalah kondisi domestik, seperti bencana alam akibat topan dan negosiasi tarif dengan Amerika Serikat. Namun, laporan media internasional menyebutkan bahwa keputusan ini juga dipicu oleh ketegangan diplomatik terkait rencana transit di New York yang dikabarkan ditolak oleh pemerintah AS.
Pemerintah Taiwan menyatakan bahwa Presiden Lai saat ini tidak memiliki agenda perjalanan luar negeri karena sedang menangani dampak Topan Danas yang menyebabkan kerusakan besar di wilayah barat Taiwan. Beberapa infrastruktur, termasuk jaringan listrik dan perumahan, terdampak serius akibat badai tersebut.
Meski begitu, sumber dari Associated Press menyebutkan bahwa pemerintah AS meminta Taipei untuk mengubah rute transit dan tidak melewati New York. Laporan dari Financial Times juga menguatkan klaim bahwa keberatan dari pemerintah China memengaruhi keputusan Washington untuk menolak transit tersebut.
Langkah ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengamat dan legislator AS. Jason Hsu, peneliti senior di Hudson Institute dan mantan anggota legislatif Taiwan, menyebut penolakan transit ini "tidak biasa", mengingat perhentian singkat para pemimpin Taiwan di wilayah AS selama perjalanan diplomatik merupakan praktik yang telah lama dijalankan berdasarkan Taiwan Relations Act.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, mengatakan dalam konferensi pers bahwa tidak ada rencana perjalanan yang diumumkan secara resmi, sehingga isu pembatalan bersifat "hipotetis". Namun, ia menegaskan bahwa transit oleh pejabat tinggi Taiwan di wilayah AS masih konsisten dengan kebijakan jangka panjang AS.
Di sisi lain, kubu Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri DPR AS mengecam langkah pemerintahan Trump, menyebutnya sebagai bentuk "menyerah" terhadap tekanan Beijing. Anggota DPR Raja Krishnamoorthi menyatakan bahwa tindakan ini menunjukkan pemerintah AS "melanggar preseden bipartisan" yang selama ini mendukung kunjungan transit pejabat Taiwan.
Kunjungan Lai sejatinya ditujukan untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara sekutu Taiwan di Amerika Latin, sebuah kawasan yang semakin banyak menjalin hubungan diplomatik dengan Beijing dalam beberapa tahun terakhir. Dengan batalnya kunjungan ini, perhatian internasional kini tertuju pada bagaimana AS akan menyeimbangkan komitmennya terhadap Taiwan di tengah upaya meredakan ketegangan dagang dengan China.