Mulai 2035, Rumah di Bulan Akan Jadi Nyata Berkat Mesin Hebat Ini!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Visi membangun permukiman manusia di Bulan kini bukan sekadar fiksi ilmiah, pasalnya, Tim peneliti dari Tiongkok berhasil mengembangkan "mesin pembuat batu bata Bulan", sebuah teknologi revolusioner yang memungkinkan pembangunan struktur di Bulan dengan tanah lokal alias regolit Bulan.
Dilansir dari Antara, teknologi ini dikembangkan oleh Deep Space Exploration Lab (DSEL) yang berbasis di Hefei, Tiongkok timur, dan dilansir oleh Science and Technology Daily pada Senin (28/7).
Mesin canggih ini menggunakan energi matahari yang dikonsentrasikan hingga 3.000 kali lipat menggunakan reflektor parabola dan serat optik. Dengan suhu di atas 1.300 derajat Celsius, tanah Bulan dilelehkan dan dibentuk menjadi batu bata padat, kuat, dan tahan lama, tanpa perlu bahan tambahan apa pun.
"Batu bata ini bukan sekadar eksperimen. Ia bisa digunakan untuk membangun permukaan jalan, platform peralatan, hingga lapisan pelindung bangunan di Bulan," kata Yang Honglun, insinyur senior DSEL.
Untuk mengatasi tantangan teknis seperti variasi komposisi mineral tanah Bulan, para peneliti membuat berbagai versi tanah Bulan tiruan dan melakukan uji coba intensif. Proses dari konsep hingga purwarupa memakan waktu sekitar dua tahun.
Namun, Yang menegaskan bahwa batu bata ini belum cukup untuk menjadi dinding utama habitat manusia di Bulan.
"Batu bata tanah Bulan akan berfungsi sebagai pelindung luar. Kita tetap butuh modul struktural kaku dan cangkang lunak udara agar habitat bisa menahan tekanan internal," jelasnya.
Mesin pembuat batu bata akan menjadi bagian dari sistem konstruksi Bulan yang terintegrasi, termasuk robot konstruksi permukaan dan modul habitat yang dapat menopang tekanan atmosfer serta mendukung kehidupan manusia.
Tiongkok juga sedang mengembangkan International Lunar Research Station (ILRS)-stasiun penelitian Bulan yang akan dibangun dalam dua tahap:
-
Tahap awal pada 2035 di wilayah kutub selatan Bulan
-
Tahap lanjut pada 2040-an
Hingga April 2025, proyek ambisius ini telah melibatkan 17 negara dan organisasi internasional, serta lebih dari 50 lembaga riset.
Batu bata tanah Bulan simulasi telah dikirim ke stasiun luar angkasa Tiongkok lewat wahana Tianzhou-8 (November 2024). Di sana, para astronaut melakukan eksperimen untuk mengevaluasi daya tahan, kekuatan, dan ketahanan terhadap radiasi luar angkasa.
Dengan keberhasilan mesin pembuat batu bata ini, impian membangun markas permanen di Bulan semakin dekat menjadi kenyataan. Kini dunia hanya tinggal menunggu bagaimana teknologi ini diintegrasikan dengan sistem habitat dan robotik di permukaan Bulan.