BBM Langka, Bupati Jember Langsung Suruh Guru dan Murid Belajar Online dari Rumah!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Warga Jember pasti sudah merasakan bagaimana susahnya cari bensin beberapa hari terakhir. Tapi kabar baiknya, para guru dan siswa di Kabupaten Jember bisa sedikit lega.
Hal ini karena, Bupati Jember, Gus Fawait, baru saja mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang mengatur semua kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring alias online!
Kebijakan ini muncul setelah krisis BBM makin parah di hari ketiga. Banyak siswa yang tidak bisa berangkat sekolah karena motor mereka tidak ada bensin. Makanya, Pemkab Jember langsung mengambil sikap.
Lewat SE itu, sekolah SD dan SMP baik negeri maupun swasta yang ada di bawah naungan Pemkab langsung dialihkan ke sistem daring. Nggak cuma siswa aja, para guru juga bisa kerja dari rumah, kecuali yang tugasnya harus bertemu warga langsung.
" Kami bersama dewan, akan melakukan turba dengan memetakan persoalan persoalan kelangkaan BBM untuk mengurai permasalahan dilapangan," kata Gus Fawait, Selasa (29/7/2025).
Dia juga mengatakan, pihaknya sedang berkomunikasi bersama sekolah di bawah Provinsi dan Kemenag agar semua bisa sejalan.
Gus Fawait nggak tinggal diam. Bersama DPRD, dia bakal turun ke lapangan untuk melihat langsung kenapa BBM bisa sampai langka. Katanya, penutupan jalur Gumitir salah satu penyebab utamanya, karena itu membuat suplai BBM dari Banyuwangi ke Jember jadi terhambat.
Tapi tenang! Pertamina sudah menjanjikan suplai besar-besaran, bukan cuma dari Surabaya dan Malang, tapi juga dari Solo. Jadi, warga diminta tidak perlu panik atau borong-borong BBM.
Di sisi lain, guru-guru di sekolah juga ngeluh karena harus beli BBM mahal dari tengkulak, bahkan ada yang sampai Rp25 ribu per liter! Untungnya, SE dari Bupati bikin mereka bisa sedikit hemat karena mengajar dari rumah.
"Alhamdullah pak Bupati menerbitkan SE itu bisa mengurai uang pembelian BBM. Tapi kalau ada rapat, kami tetap akan ikut walupun sudah ada SE Bupati," ujar Edi Budiyanto, Kepala SD Jatiroto 01.
Edi mengatakan SE ini bakal berlaku sampai kondisi BBM balik normal dan warga sudah tidak perlu antre lagi di SPBU. Semoga aja semua cepet stabil, ya Gen!