Akhir Pahit Manuel Neuer di Piala Dunia, Samai Rekor Kebobolan Terburuk Usai Jerman Tersingkir
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perjalanan Manuel Neuer di Piala Dunia berakhir dengan cara yang jauh dari ideal. Kiper veteran Jerman itu menutup penampilannya di turnamen sepak bola terbesar dunia dengan catatan yang tidak diharapkan setelah Die Mannschaft tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Jerman harus mengakhiri langkahnya usai kalah dari Paraguay melalui drama adu penalti. Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri reputasi panjang Die Mannschaft sebagai salah satu tim dengan rekor terbaik dalam babak tos-tosan di Piala Dunia.
Namun, kegagalan Jerman bukan hanya ditentukan oleh adu penalti. Sepanjang turnamen, lini pertahanan mereka kembali menjadi sorotan setelah terus kebobolan di setiap pertandingan, memperlihatkan masalah yang sudah menghantui tim dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir.
Bagi Neuer, kekalahan itu juga menjadi penutup karier internasional yang pahit. Kiper berusia 40 tahun tersebut sebelumnya telah mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah Piala Eropa 2024, tetapi memutuskan kembali memperkuat Jerman pada Piala Dunia 2026.
Keputusan pelatih Julian Nagelsmann untuk memanggil kembali Neuer sempat memunculkan perdebatan. Dengan pengalaman 124 penampilan bersama tim nasional, ia kembali dipercaya menjadi kiper utama, menggeser Oliver Baumann, sementara Alexander Nübel turun menjadi pilihan ketiga.
Sayangnya, keputusan tersebut tidak berbuah manis. Selain gagal membawa Jerman melangkah jauh, Neuer juga menorehkan rekor yang tidak membanggakan.
Gol Julio Enciso pada babak pertama laga melawan Paraguay membuat Neuer kebobolan dalam pertandingan Piala Dunia ke-10 secara beruntun. Catatan itu menyamai rekor milik legenda Meksiko, Antonio Carbajal, yang juga selalu kebobolan dalam 10 laga Piala Dunia berturut-turut pada periode 1950 hingga 1962.
Rentetan tersebut dimulai sejak final Piala Dunia 2014 saat Jerman menghadapi Argentina. Setelah itu, gawang Neuer selalu kebobolan pada tiga pertandingan Jerman di Piala Dunia 2018, tiga laga di Piala Dunia 2022, hingga empat pertandingan pada edisi 2026 melawan Curacao, Pantai Gading, Ekuador, dan Paraguay.
Dengan torehan tersebut, Neuer melewati rekor Thomas Ravelli dari Swedia yang mencatat sembilan pertandingan beruntun tanpa clean sheet di Piala Dunia, serta Jorge Campos dari Meksiko dengan delapan pertandingan.
Meski mengakhiri karier internasional dengan catatan yang kurang menyenangkan, status Neuer sebagai salah satu kiper terbaik dalam sejarah sepak bola tetap sulit diperdebatkan. Ia menjadi bagian penting saat Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 dan selama bertahun-tahun dikenal sebagai sosok yang merevolusi peran penjaga gawang modern lewat kemampuan bermain dengan kaki serta keberaniannya keluar dari area penalti.
Bagi Jerman, tersingkir lebih awal menjadi sinyal bahwa pembenahan besar masih dibutuhkan, terutama di sektor pertahanan. Meski memiliki deretan pemain muda berbakat seperti Jamal Musiala, Florian Wirtz, dan Lennart Karl, Die Mannschaft masih harus menemukan keseimbangan agar mampu kembali bersaing sebagai kandidat juara di turnamen besar mendatang.