Sutradara ‘Spider-Man’ Jon Watts Ungkap Alasan Mundur dari Proyek ‘The Fantastic Four’
JAKARTA, GENVOICE.ID - Penulis, sutradara, sekaligus produser film blockbuster Jon Watts baru-baru ini membagikan pengalamannya dalam sesi masterclass di Mediterrane Film Festival, Malta. Dalam acara yang digelar di Fort Ricasoli-lokasi syuting sejumlah film besar seperti "Gladiator" dan "Napoleon"-Watts bicara soal Marvel, "Star Wars", AI, dan pentingnya lebih banyak film orisinal.
Watts sempat ditunjuk menyutradarai proyek "The Fantastic Four" dari Marvel Studios, namun memilih mundur pada 2022 setelah menyelesaikan "Spider-Man: No Way Home". Dalam komentarnya yang pertama mengenai keputusan ini, Watts mengaku kehabisan energi setelah melalui proses syuting dan pascaproduksi yang berat di tengah pandemi.
"Beban emosional karena harus menjaga keselamatan kru dan pemain di tengah aturan protokol ketat sangat besar. Salah langkah saja bisa berakibat fatal. Ditambah lagi, proses efek visual juga terganggu karena rantai pasok global ikut terdampak," ujarnya.
Alih-alih melanjutkan proyek superhero, Watts memilih menyutradarai film "Wolfs" produksi Apple yang dibintangi Brad Pitt dan George Clooney.
Watts menyadari bahwa dirinya tidak dalam kondisi optimal untuk mengerjakan proyek sebesar "Fantastic Four" lagi. "Kalau kamu tidak bisa membuatnya dengan kualitas terbaik, lebih baik tidak dilakukan," katanya. Ia pun menegaskan bahwa Marvel sangat memahami keputusannya.
Meski begitu, ia mengaku tak sabar menonton versi film "Fantastic Four" yang kini dikerjakan oleh Matt Shakman. "Pasti akan jadi pengalaman yang sangat aneh buatku nonton film itu sebagai penonton biasa."
Setelah sukses di Marvel, Watts ikut bergabung dalam semesta "Star Wars" lewat serial "Skeleton Crew" bersama sahabat sekaligus kolaboratornya, Christopher Ford. Ketika ditanya apakah akan kembali menggarap proyek Star Wars, ia enggan menjawab secara pasti.
"Aku suka banget Star Wars, dan akan senang sekali bisa mengerjakan lebih banyak. Tapi aku nggak bisa bilang apa-apa, takut keceplosan," ujarnya sambil tertawa. Ia juga menyebutkan bahwa ia menikmati sekali bekerja di semestanya sendiri dalam "Skeleton Crew" dan bersedia melanjutkannya jika memungkinkan-meski belum bisa konfirmasi kelanjutan musim kedua.
Watts juga terlibat sebagai produser dan penulis cerita dalam "Final Destination: Bloodlines", film yang berhasil menuai pujian sekaligus sukses di box office. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatannya bermula dari ajakan pihak New Line Cinema kepada istrinya, Dianne McGunigle, yang juga produser.
"Saya fans berat Final Destination. Ketika mereka minta saya buat kasih ide, saya langsung semangat," ujar Watts. Meski saat ini belum ada pembicaraan lanjutan dengan studio, ia mengaku terus mencari ide untuk kemungkinan sekuelnya. "Dimanapun saya berada, selalu mikirin skenario kematian baru buat Final Destination," canda Watts.
Saat ditanya soal kecerdasan buatan dalam industri film, Watts mengatakan bahwa ia memilih untuk menjauh dari teknologi itu. "Aku lebih suka kerja bareng manusia. Aku tidak tertarik mengganti siapa pun dengan mesin," katanya. Ia juga menekankan pentingnya memahami topik AI secara mendalam sebelum menyederhanakan diskusi tentangnya.
Watts membantah anggapan bahwa Hollywood adalah industri yang dikendalikan sepenuhnya oleh produser. "Banyak yang pikir sutradara cuma jadi boneka. Tapi aku nggak pernah ngerasain itu. Justru aku merasa para produser sangat mendukung dan memberi ruang kreatif yang besar," tuturnya.
Jika diberi kesempatan mengubah Hollywood, Watts ingin lebih banyak film orisinal berskala menengah tampil di bioskop. "Sekarang, banyak studio cuma mau bikin film yang sudah dikenal audiens. Kita jadi kekurangan ruang untuk film dengan ide-ide segar," ujarnya. Ia menyayangkan film orisinal seperti "Elio" dari Pixar kurang mendapat ruang untuk berkembang di bioskop.
Watts membagikan satu aturan unik saat rapat naskah: mulai dari bagian tengah. "Banyak eksekutif studio cuma sempat baca setengah naskah. Jadi aku minta mulai dari tengah. Kalau akhirnya menarik, baru balik ke awal," katanya.