Tewaskan 14 Orang, Ternyata Ini Penyebab Longsor Gunung Kuda Cirebon
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tragedi longsor di tambang Gunung Kuda, Cirebon, ternyata bukan sekadar musibah biasa. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat menyebut insiden ini terjadi karena salah metode penambangan.
Menurut Kepala Dinas ESDM Jabar, Bambang Tirto Yuliono, metode penambangan yang dipakai di Gunung Kuda salah besar. Seharusnya tambang digali dari atas ke bawah secara terasering, bukan dari bawah seperti yang dilakukan selama ini.
"Jenis batuan seperti ini seharusnya ditambang dari atas ke bawah, bukan sebaliknya. Ini sudah dijelaskan berkali-kali oleh inspektur tambang," kata Bambang, dikutip dari Antara, Jumat (30/5).
Yang bikin makin miris, ESDM Jabar ternyata sudah kasih peringatan keras ke pengelola tambang sebelum tragedi terjadi. Tapi sayangnya, peringatan itu diabaikan.
"Ini adalah kesalahan dalam metode penambangan. Kami dari dinas sudah memperingatkan berkali-kali, bahkan dengan nada yang cukup keras," ujar Bambang.
"Sudah diingatkan berkali-kali, tapi tetap saja bandel. Lagi-lagi kejadian seperti ini terulang," tambahnya.
Bambang menyebut cara kerja tambang yang ngawur ini bikin risiko bencana makin tinggi. Polisi juga sempat kasih upaya pencegahan, tapi tetap enggak digubris.
Sebagai bentuk penindakan, aktivitas tambang di Gunung Kuda langsung dihentikan mulai Jumat sore. Bahkan, izin operasional tambang bisa dicabut permanen.
"Perizinan akan kami cabut. Ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi karena membahayakan keselamatan," tegas Bambang.
Gubernur Jawa Barat juga disebut-sebut akan mengeluarkan keputusan penutupan tambang secara permanen dalam waktu dekat.