Pesan Terakhir Sebelum Tragedi, Kisah Pilu Suami Korban Tewas Kecelakaan KRL di Bekasi

Genvoice.id | 30 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Tragedi kecelakaan beruntun yang melibatkan Kereta Rel Listrik di Stasiun Bekasi Timur tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga kisah pilu yang menyentuh hati publik.

Salah satunya datang dari Radit, suami dari korban meninggal dunia bernama Harum Anjarsari (30).

Insiden maut ini bermula dari terganggunya lalu lintas kereta akibat sebuah taksi yang tertemper KRL di area stasiun. Kondisi tersebut memaksa rangkaian KRL di belakangnya berhenti. Namun, situasi berubah menjadi tragedi ketika Kereta Api Argo Bromo Anggrek datang dari arah belakang dan menabrak rangkaian KRL, tepatnya di gerbong khusus wanita.

Benturan keras menyebabkan banyak korban berjatuhan, termasuk Harum yang kemudian dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada Rabu, 29 April 2026.

Radit mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali mengetahui kejadian tersebut dari petugas pemadam kebakaran. Saat mencoba menghubungi sang istri, teleponnya justru diangkat oleh petugas yang berada di lokasi kejadian.

Dalam kondisi panik, Radit diminta untuk mencari keberadaan istrinya di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. Para korban memang sempat dievakuasi ke berbagai rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, sementara beberapa lainnya dibawa ke Jakarta untuk proses identifikasi.

Dengan harapan sang istri selamat, Radit berkeliling dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain. Ia bahkan sempat berdoa agar setidaknya ponsel istrinya berada di rumah sakit, sebagai tanda bahwa Harum masih hidup dan sedang dirawat.

Namun harapan itu pupus. Setelah semalaman mencari, Radit akhirnya menemukan istrinya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan berada di dalam peti jenazah.

Kehilangan tersebut meninggalkan luka mendalam bagi Radit. Ia mengaku dihantui rasa bersalah karena tidak bisa berada di sisi istrinya saat kejadian. Ia juga merasa gagal menjaga amanah dari keluarga istrinya.

Di tengah duka, satu hal yang terus teringat adalah pesan terakhir dari sang istri. Sebelum kejadian, Harum sempat mengirimkan pesan singkat yang mengabarkan adanya insiden di jalur kereta.

Pesan itu kini menjadi kenangan terakhir yang sulit dilupakan. Tragedi ini bukan hanya soal kecelakaan, tetapi juga tentang kehilangan, penyesalan, dan betapa berharganya setiap momen bersama orang terkasih.