Daftar Harga BBM 10 Negara ASEAN Maret 2026: Siapa yang Paling Murah dan Termahal?
JAKARTA, GENVOICE.ID -Penasaran negara mana yang memiliki harga BBM termurah di ASEAN saat ini?
Di tengah gejolak harga minyak mentah dunia yang menembus angka 100 dolar AS per barel pada Maret 2026, negara-negara di Asia Tenggara menerapkan kebijakan subsidi yang beragam untuk menjaga daya beli masyarakat.
Mulai dari Brunei Darussalam yang tetap mematok harga bensin sangat rendah hingga Singapura yang menjadi negara dengan BBM termahal di regional, perbedaan struktur pajak dan subsidi ini sangat menarik untuk disimak.
Mari bedah daftar lengkap harga bahan bakar di sepuluh negara ASEAN guna melihat posisi Indonesia dibandingkan Malaysia, Vietnam, hingga Filipina dalam menghadapi krisis energi global tahun ini.
1. Brunei Darussalam: Juara Harga Termurah
Brunei menempati posisi pertama sebagai negara dengan harga BBM paling rendah di ASEAN. Berkat cadangan minyak yang melimpah dan subsidi pemerintah, harga RON 92 di sini hanya berkisar Rp4.726 per liter, sementara diesel bersubsidi dibanderol Rp4.070 per liter.
2. Indonesia: Kompetitif di Level Regional
Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan harga BBM termurah kedua di bawah Brunei. Hingga akhir Maret 2026, harga Pertalite (RON 90) masih stabil di angka Rp10.000 per liter, sedangkan RON 92 berada di kisaran Rp12.300-an per liter.
3. Malaysia: Penyesuaian Kuota Subsidi
Meski RON 95 bersubsidi tetap dipatok Rp8.397 per liter, pemerintah Malaysia mulai memberlakukan pengurangan kuota subsidi dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan mulai 1 April 2026 sebagai langkah efisiensi anggaran.
4. Vietnam dan Thailand: Upaya Menekan Harga
-
Vietnam: Menghapuskan pajak lingkungan secara sementara mulai 27 Maret 2026 untuk memangkas harga bensin hingga 26%, sehingga harga RON 95 menjadi sekitar Rp15.639 per liter.
-
Thailand: Mengalami kenaikan harga akibat pengurangan subsidi, di mana RON 95 kini menyentuh angka Rp21.115 per liter.
5. Kamboja, Filipina, dan Laos: Terpapar Harga Global
Ketiga negara ini menunjukkan angka yang cukup tinggi di kisaran Rp21.000 hingga Rp31.000 per liter untuk bensin oktan menengah, mencerminkan ketergantungan yang lebih besar pada mekanisme pasar internasional.
6. Myanmar: Krisis Pasokan dan Kelangkaan
Di tengah konflik internal dan tekanan global, Myanmar menghadapi lonjakan harga tertinggi sejak 2021. Harga RON 95 melambung hingga Rp40.102 per liter dengan kebijakan pembatasan pengisian bahan bakar yang ketat bagi masyarakat.
7. Singapura: Harga Tertinggi karena Pajak
Singapura tetap menjadi negara dengan BBM termahal di ASEAN karena kebijakan pajak tinggi untuk membatasi kendaraan pribadi. Harga RON 95 di Negeri Singa ini mencapai Rp44.000 hingga Rp45.000 per liter.
Perbedaan harga BBM yang cukup signifikan antarnegara ASEAN menunjukkan betapa krusialnya kebijakan subsidi domestik dalam meredam inflasi global.
Bagi masyarakat Indonesia, posisi harga yang masih relatif kompetitif dibandingkan negara tetangga seperti Thailand atau Vietnam tentu menjadi angin segar, meski pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi tetap harus diperketat agar tepat sasaran.
Dengan memahami peta harga energi di kawasan regional, kita bisa lebih bijak dalam mengatur pengeluaran transportasi maupun biaya logistik usaha di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Bagaimana pendapat Gen mengenai perbandingan harga BBM ini? Apakah menurutmu kebijakan subsidi di Indonesia sudah cukup ideal jika dibandingkan dengan negara sekaya Brunei?