Mengenal 4 Astronaut Misi Artemis II: Sejarah Baru Manusia Kembali ke Bulan di Februari 2026

Genvoice.id | 30 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Setelah lebih dari 50 tahun, manusia akhirnya bersiap kembali menuju orbit Bulan melalui misi bersejarah Artemis II. Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) telah menjadwalkan peluncuran roket Space Launch System (SLS) paling cepat pada 6 Februari 2026 mendatang.

Misi berawak ini akan membawa empat astronaut terpilih dari Amerika Serikat dan Kanada untuk menguji sistem navigasi kapsul Orion dalam perjalanan selama 10 hari.

Lantas, siapa sajakah sosok hebat yang akan memimpin perjalanan ini? Simak profil lengkap astronaut misi Artemis II serta detail persiapan mereka sebelum kembali mendaratkan manusia di permukaan Bulan pada misi masa depan.

Profil Empat Astronaut Misi Artemis II

NASA telah menunjuk empat individu terbaik dengan latar belakang pendidikan dan militer yang luar biasa untuk memimpin perjalanan bersejarah ini:

  1. Reid Wiseman (Komandan Misi) Seorang insinyur sistem lulusan Johns Hopkins University. Sebagai komandan, Wiseman bertanggung jawab penuh atas keberhasilan operasi penerbangan di luar angkasa.

  2. Victor Glover (Pilot) Pilot uji dari Angkatan Laut AS yang memiliki tiga gelar Master di bidang teknik dan sains militer. Ia bertugas mengendalikan kapsul Orion selama misi berlangsung.

  3. Christina Koch (Spesialis Misi) Insinyur listrik lulusan North Carolina State University yang memegang rekor penerbangan luar angkasa tunggal terlama bagi perempuan. Perannya sangat vital dalam teknis operasional kapsul.

  4. Jeremy Hansen (Spesialis Misi) Mewakili Kanada, Hansen adalah pakar fisika luar angkasa dari Royal Military College. Ia mengukir sejarah sebagai orang Kanada pertama yang terpilih dalam misi eksplorasi menuju Bulan.

Agenda dan Tujuan Utama Misi

Selama berada di orbit, keempat astronaut tidak hanya sekadar terbang. Mereka memiliki agenda teknis dan saintifik yang padat, di antaranya:

  • Uji Sistem Navigasi: Memastikan kontrol manual, sistem pendukung kehidupan, dan komunikasi kapsul Orion berfungsi sempurna.

  • Penelitian Medis: Menjadi subjek penelitian untuk memantau dampak radiasi kosmik dan kondisi tanpa gravitasi terhadap tubuh manusia dalam jangka panjang.

  • Persiapan Artemis III: Data dari misi ini akan menjadi fondasi bagi misi Artemis III (target 2027/2028) yang direncanakan mendarat di kutub selatan Bulan untuk mencari cadangan es.

Langkah Menuju Mars

Program Artemis bukan sekadar tentang kembali ke Bulan. NASA menargetkan kehadiran manusia yang berkelanjutan di luar angkasa dengan membangun stasiun orbit bernama Gateway.

Stasiun ini nantinya akan berfungsi sebagai pos persinggahan sebelum manusia memulai lompatan besar berikutnya: misi berawak menuju planet Mars.

Misi Artemis II bukan sekadar perjalanan mengelilingi Bulan, melainkan simbol keberanian manusia dalam menembus batas ketidakmungkinan.

Keberhasilan Reid Wiseman dan kawan-kawan nantinya akan menjadi kunci pembuka pintu bagi generasi berikutnya untuk benar-benar menetap di Bulan dan melangkah lebih jauh menuju Mars. Mari kita nantikan momen bersejarah peluncuran mereka pada Februari mendatang!