Takut Batal NIkah, Oknum Polisi di Banjarmasin Nekat Habisi Nyawa Zahra Dilla dan Buang Jasad ke Parit

Genvoice.id | 29 Dec 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Innalillahi, kabar duka yang sangat menyesakkan dada datang dari Banjarmasin.

Mahasiswi berprestasi dari ULM, Zahra Dilla (20), yang sebelumnya ditemukan tak bernyawa di sebuah parit, ternyata adalah korban kekejaman orang yang seharusnya melindungi masyarakat.

Pelakunya bukan orang jauh, melainkan seorang oknum polisi muda yang tega menghabisi nyawa Zahra demi menutupi rahasia gelapnya. Simak fakta memilukannya, Gen.

Panik Hubungan Gelap Terbongkar Menjelang Nikah

Motif di balik aksi keji ini benar-benar bikin geleng kepala. Pelaku, Bripda Muhammad Seili (20), ternyata menjalin hubungan gelap dengan korban.

Di saat yang bersamaan, oknum polisi ini ternyata sedang mempersiapkan pernikahan dengan wanita lain.

Karena takut masa depannya hancur dan pernikahannya batal, pelaku gelap mata saat Zahra mengancam akan membongkar hubungan mereka ke calon istrinya.

Cekikan di tengah perdebatan panas pun mengakhiri hidup mahasiswi malang tersebut.

Skenario Licik: Hack Medsos Korban hingga Fitnah Mantan

Tidak hanya membunuh, Bripda Seili juga menyusun skenario yang sangat rapi untuk mengelabui polisi.

Dia sempat mengambil alih akun media sosial Zahra dan memposting seolah-olah Zahra masih hidup namun sedang membatalkan janji temu.

Parahnya lagi, pelaku mencoba memfitnah mantan pacar dan sahabat korban agar terseret dalam kasus ini.

Beruntung, polisi bergerak cepat dan berhasil membuktikan kalau itu semua cuma akal-akalan licik pelaku untuk cuci tangan.

Karier Tamat dan Terancam PTDH

Meski sudah berusaha menutupi jejak, hukum tetap berjalan. Pihak Polda Kalsel bertindak tegas dengan merekomendasikan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat secara tidak hormat.

Sidang kode etik akan digelar secara terbuka pada hari Senin mendatang, dan masyarakat diajak untuk mengawal langsung kasus ini agar Zahra mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.

Kepergian Zahra Dilla bukan cuma duka bagi keluarga, tapi juga luka buat kita semua, Gen.

Kasus ini jadi pengingat pahit kalau kekerasan dalam hubungan bisa menimpa siapa saja, bahkan pelakunya adalah orang yang paham hukum.

Sekarang, tugas kita adalah mengawal sidang etiknya hari Senin nanti agar keadilan benar-benar ditegakkan tanpa ada yang ditutup-tutupi.