Emosional Parah! Muzakki Ramdhan Nangis Beneran Saat Perankan David Ozora di Film Penganiayaan Jaksel!

Genvoice.id | 29 Nov 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kalian pasti masih ingat banget dengan kasus penganiayaan brutal yang menimpa David Ozora pada tahun 2023. Kisah pilu ini, yang melibatkan anak pejabat tinggi negara, sempat mengguncang seluruh Indonesia. Kini, kisah perjuangan David dan keluarganya diangkat ke layar lebar melalui film berjudul "Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel".

Untuk menghidupkan karakter korban yang mengalami trauma fisik dan batin luar biasa ini, aktor muda berbakat Muzakki Ramdhan dipercaya untuk memerankan David Ozora. Ternyata, proses pendalaman karakter ini jauh dari kata mudah. Muzakki mengungkapkan bahwa syuting film ini adalah pengalaman yang paling menguras emosi sepanjang kariernya.

Dalam sesi wawancara di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025), Muzakki menceritakan bagaimana ia harus benar-benar merasakan secara langsung kondisi mengerikan yang pernah dialami David.

"Biasanya aku hanya tahu dari cerita atau berita. Tapi di film ini aku benar-benar harus merasakan seperti apa kesedihan 'nyata' itu, mulai dari suasana rumah sakit sampai kondisi emosionalnya," jelas Muzakki.

Proses syuting film ini ternyata sangat intens hingga memunculkan reaksi emosional yang spontan dan tak terduga.

Energi Kuat yang Bikin Menangis di Luar Naskah

Muzakki mengaku bahwa selama syuting, emosi seringkali muncul begitu saja tanpa direncanakan atau diinstruksikan oleh sutradara. Bahkan, ada beberapa adegan yang sebenarnya tidak menuntut Muzakki untuk menangis, namun secara spontan ia berubah menjadi momen yang sangat emosional.

Bintang film Gundala ini menjelaskan bahwa energi yang dibawa oleh kisah nyata ini begitu kuat sehingga sulit untuk ditahan.

"Ada adegan yang sebenarnya biasa saja di naskah, tapi aku menangis beneran. Energinya terlalu kuat untuk ditahan," kata aktor muda tersebut.

Muzakki Ramdhan, yang kini berusia 16 tahun, berharap bahwa peran berat yang ia emban ini bisa memberikan dampak positif. Ia ingin film Ozora dapat memberikan ruang bagi korban kekerasan agar mereka merasa dilihat dan didengarkan. Selain itu, film ini juga diharapkan menjadi pengingat bagi para pelaku kekerasan untuk memahami betapa mengerikannya konsekuensi dari setiap tindakan yang mereka lakukan.

Terkejut Melihat Ketenangan David Ozora

Salah satu bagian terpenting dari pendalaman karakter ini adalah kesempatan Muzakki untuk bertemu langsung dengan sosok David Ozora yang asli.

Muzakki mengaku sangat terkejut melihat sikap David yang sekarang. Alih-alih menyimpan amarah, David ternyata sudah menemukan ketenangan dan kedamaian dengan masa lalunya yang kelam.

"Dia bilang sudah bisa menerima dan tidak menyimpan dendam. Aku amazed, karena enggak kebayang kalau ada di posisinya," ujar Muzakki, yang juga dikenal lewat film Qorin 2.

Pengakuan ini menunjukkan kedewasaan dan ketegaran luar biasa dari David, yang juga menjadi pelajaran besar bagi Muzakki mengenai dampak dan konsekuensi tindakan terhadap orang lain.

Tantangan Mengadaptasi Kisah Nyata

Mengarahkan film yang diangkat dari kisah nyata brutal dan sangat sensitif tentu bukan perkara mudah. Sutradara Bounty Umbara menyadari bahwa ekspektasi publik terhadap akurasi cerita ini sangat besar. Namun, ia mengakui adanya batasan dalam mengadaptasi peristiwa nyata ke dalam format film.

"Target saya secara pribadi ingin 100 persen akurat. Tapi ternyata enggak bisa. Banyak detail di kisah nyata yang sulit masuk ke film," jelas Bounty.

Meskipun demikian, Bounty menekankan bahwa fokus utama yang ingin disampaikan oleh film produksi Umbara Brothers Film yang bekerja sama dengan VMS Studio dan 786 Productions ini bukanlah sekadar menampilkan kekerasan, melainkan menggali drama emosional yang dialami keluarga David.

Film ini berfokus pada perjuangan Jonathan (diperankan oleh Chicco Jerikho), seorang ayah yang kehidupannya hancur seketika ketika putranya, David Ozora, menjadi korban penganiayaan brutal oleh anak seorang pejabat tinggi. Luka itu tidak hanya merusak tubuh David hingga koma, tetapi juga menghancurkan batin keluarga yang mendampinginya.

"Titik drama yang dibawa Jonathan dari awal sangat menarik perhatian saya. Itu yang ingin kami sampaikan kepada penonton," tambah Bounty Umbara, memastikan bahwa inti cerita adalah mengenai cinta dan perjuangan seorang ayah.

Gen, menurut kalian, pesan moral terpenting apa yang wajib kita dapatkan dari kisah David Ozora yang difilmkan ini?