Liverpool Patahkan Keberuntungan Chelsea, Penders Gemilang Fofana Jadi Petaka
Chelsea sempat unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti Morgan Rogers pada menit ke-40. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan tiga menit setelah Cody Gakpo menyamakan kedudukan. Gol Liverpool berawal dari handball Wesley Fofana di kotak penalti Chelsea.
Pertandingan berlangsung ketat hingga peluit akhir babak kedua. Kedua tim gagal menambah gol sehingga penentuan pemenang harus dilakukan melalui adu penalti.
Kiper Chelsea, Mike Penders, sempat memberikan harapan setelah menggagalkan tendangan Ryan Gravenberch. Namun, Giorgi Mamardashvili turut menjadi penentu bagi Liverpool dengan menghentikan eksekusi Emmanuel Emegha.
Drama berlanjut ketika Joe Gomez membawa Liverpool unggul dalam adu penalti. Fofana yang menjadi penendang terakhir Chelsea gagal menjalankan tugasnya, sekaligus memastikan langkah The Reds ke babak berikutnya.
Statistik Seimbang, Liverpool Lebih Efektif
Chelsea sebenarnya mampu mengimbangi permainan tuan rumah. Liverpool mencatatkan penguasaan bola 51,7 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan Chelsea yang meraih 48,3 persen.
The Blues juga melepaskan 11 tembakan, unggul satu percobaan dari Liverpool. Kedua tim sama-sama mencatatkan empat tembakan tepat sasaran dengan akurasi umpan sekitar 79 persen.
Meski demikian, Liverpool lebih unggul dalam menciptakan peluang berbahaya. The Reds membukukan tiga peluang besar yang gagal dikonversi menjadi gol, sedangkan Chelsea memiliki satu peluang besar yang terlewat. Liverpool juga unggul dalam jumlah sepak pojok dengan tujuh berbanding lima.
Kemenangan ini mengantarkan Liverpool ke perempat final Carabao Cup untuk menghadapi Bournemouth. Sebaliknya, Chelsea harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi tersebut setelah gagal memaksimalkan peluang dan menuntaskan adu penalti.
Penders Bersinar, Fofana Jadi Sorotan
Di tengah hasil mengecewakan tersebut, Penders menjadi salah satu pemain Chelsea yang tampil menonjol. Kiper muda itu melakukan sejumlah penyelamatan penting selama pertandingan dan sempat menggagalkan penalti Gravenberch.
Bek muda Josh Acheampong juga menunjukkan penampilan menjanjikan. Ia mampu memberikan perlawanan kepada Rio Ngumoha yang beberapa kali mengancam pertahanan Chelsea.
Sementara itu, Moisés Caicedo dan Romeo Lavia membantu menjaga keseimbangan lini tengah The Blues. Jordan Henderson turut berkontribusi dalam membangun serangan, termasuk dalam rangkaian permainan yang berujung pada penalti Chelsea.
Namun, perhatian terbesar tertuju kepada Fofana. Bek tersebut terlibat dalam dua momen krusial yang merugikan timnya, yakni handball yang berujung pada gol penyama kedudukan Liverpool dan kegagalannya mengeksekusi penalti penentu.
Kegagalan itu membuat penampilan solid Chelsea sepanjang pertandingan tidak cukup untuk membawa mereka melangkah lebih jauh di Carabao Cup.