Kementerian Ekraf dan KUNCI BERSAMA Perkuat Ekosistem Kreatif Antardaerah

Genvoice.id | 29 Oct 2026

JAKARTA, GENVOICE - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) siap memperkuat kolaborasi dengan kawasan KUNCI BERSAMA untuk mengembangkan potensi subsektor unggulan dan memperkuat kelembagaan dinas ekraf di daerah. Kawasan yang merupakan perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah itu meliputi 10 daerah yaitu Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Brebes, Kota Banjar, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Indramayu.

"Ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Tugas kita bersama, pemerintah pusat dan daerah, adalah mengoordinasikan potensi tiap subsektor ekraf supaya berkembang lebih berkualitas, memberikan dampak nyata, dan membuat pegiat ekraf dari skala mikro naik kelas menjadi usaha menengah hingga menuju perusahaan besar," ungkap Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (27/10).

Teuku Riefky memaparkan, kontribusi sektor ekraf terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional telah mencapai 7,38 persen dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 27,4 juta orang. Struktur demografi pekerja ekraf didominasi oleh generasi Z dan milenial sebanyak 63 persen, serta 58 persen di antaranya merupakan perempuan.

"Kami tidak sekadar membangun ruang atau program baru, tetapi memperkuat ekosistem yang sudah ada di daerah. Tujuannya, supaya sense of creativity tidak hanya berhenti oleh kepala daerah, tetapi semangat penguatan kelembagaan dari daerah juga bisa terbentuk. Program yang diusung akan disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah, mulai dari pengembangan talenta dan kewirausahaan kreatif, penguatan akses pasar, hingga pendampingan bagi produk lokal yang mampu berkembang lebih pesat," jelas Teuku Riefky.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf menawarkan tiga pendekatan program, yakni aktivasi desa kreatif, aktivasi creative hub, serta pengembangan Creative by Indonesia untuk mengkurasi jenama lokal potensial menjadi juara nasional hingga global. Kementerian Ekraf juga menjajaki koordinasi teknis antara kementerian dan pemerintah daerah, termasuk penunjukan narahubung untuk memetakan kebutuhan program dan potensi subsektor ekraf unggulan setiap wilayah.

Ketua Forum KUNCI BERSAMA sekaligus Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki keterikatan kuat antara kekayaan alam, budaya, dan produk ekraf unggulan seperti subsektor film, video, konten digital, kuliner, kopi, batik khas Kuningan, hingga seni pertunjukan angklung.

"Intinya, kami berharap dukungan dari Kementerian Ekraf dapat memperkuat pengembangan talenta, penempatan usaha, serta menghadirkan ruang kreatif atau creative center bagi masyarakat. Kami juga ingin wilayah Kuningan menjadi prioritas karena memiliki kekayaan bentang alam dan budaya lokal yang juga dapat menjadi materi visual menarik untuk mendukung promosi pariwisata," harap Dian Rachmat Yanuar.

Sementara itu, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menyoroti integrasi sektor ekraf dan pariwisata, khususnya dalam menyambut potensi 5 juta wisatawan per tahun. Pangandaran mengandalkan subsektor kuliner (Pindang Gunung), kriya pesisir, fesyen, fotografi, serta sinematografi muda.

"Kami berharap ada pendampingan untuk memperkuat kelembagaan ekonomi kreatif, pengembangan ruang bersama bagi ekosistem kreatif, serta pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi para pegiatnya. Kami juga membutuhkan fasilitasi promosi, akses pembiayaan, dan perluasan jejaring usaha agar produk lokal serta karya kreatif Pangandaran semakin berkembang," tutur Bupati Pangandaran.

Melalui penjajakan kolaborasi KUNCI BERSAMA, Kementerian Ekraf berharap setiap daerah dapat mengoptimalkan keunggulan lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis daerah menjadi langkah strategis untuk membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan nilai tambah produk lokal, dan membawa lebih banyak pegiat ekraf Indonesia naik kelas.

Turut mendampingi Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya yaitu Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur dan Pemasaran, Septriana Tangkary; Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Danny Rahdiansyah; Tenaga Ahli Menteri Bidang Percepatan Kelembagaan Ekraf di Daerah, Ayuningtyas Widari; Tenaga Ahli Menteri Bidang Keprotokolan dan Koordinasi Daerah, Panji Purboyo; serta Kepala Subdirektorat Manajemen Strategis, Dwi Wahyuni.