Ternyata Ini Alasan Pemkot Jaksel Tertibkan Pedagang Barito!

Genvoice.id | 29 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Kota Jakarta Selatan resmi menertibkan ratusan pedagang di kawasan Barito untuk mengembalikan fungsi taman dan trotoar di area tersebut.

Penertiban dilakukan sejak Senin (29/10) pagi sekitar pukul 05.00 WIB dan menjadi bagian dari proyek besar revitalisasi taman yang tengah digarap Pemprov DKI Jakarta.

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya merevitalisasi taman agar kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Menurutnya, taman tak hanya menjadi ruang publik, tapi juga berperan penting sebagai area resapan air dan pengendali banjir melalui saluran penghubung (PHB).

Anwar menambahkan, kawasan Barito selama ini menjadi lokasi sementara bagi para pedagang kaki lima (PKL). Namun, seiring evaluasi tahunan dari Dinas terkait, pemerintah memutuskan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum, termasuk taman, trotoar, dan jalan di area itu.

Meski sebagian pedagang mengaku sudah puluhan tahun berjualan di Barito, Pemkot Jaksel menegaskan bahwa mereka telah diberikan sosialisasi dan surat peringatan sebanyak tiga kali oleh Satpol PP. Namun karena tidak juga mengosongkan tempat usaha, akhirnya dilakukan penertiban terpadu.

Sebagai solusi, pemerintah menyediakan lokasi relokasi di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung. Lokasi ini dianggap lebih layak, higienis, dan strategis karena berada dekat Stasiun Lenteng Agung serta halte Transjakarta non-BRT rute D21. Di tempat baru itu, pedagang diharapkan bisa berjualan dengan lebih nyaman tanpa mengganggu fungsi ruang publik.

Total ada 158 kios yang ditertibkan dari eks lokasi sementara (loksem) JS 25, 26, 30, dan 96. Penertiban ini juga menjadi langkah awal menuju pembangunan Taman Bendera Pusaka, proyek yang menggabungkan tiga taman ikonik di Jakarta Selatan-Taman Leuser, Taman Ayodya, dan Taman Langsat, menjadi satu kawasan hijau terpadu.

Proyek Taman Bendera Pusaka ini ditargetkan selesai pada Desember 2025 dan diharapkan menjadi ruang terbuka hijau baru yang lebih luas, tertata, dan nyaman bagi warga Jakarta Selatan.