Salut! SMPN 28 Jakarta Bakal Adakan Kegiatan Olahraga Tinju, Cegah Tawuran Antar Pelajar

Genvoice.id | 29 Oct 2025

JAKARTA, Genvoice.id - SMPN 28 Jakarta punya cara unik untuk mencegah tawuran antar pelajar. Sekolah yang juga menjadi bagian dari program Sekolah Laboratorium Pancasila ini resmi mengadakan kegiatan olahraga tinju bagi para siswanya.

Langkah ini diambil untuk mengalihkan energi dan semangat kompetitif para pelajar ke arah yang positif. Dengan latihan tinju, siswa diajak untuk belajar disiplin, mengontrol emosi, serta menyalurkan rasa persaingan secara sehat.

"Kami ingin siswa tidak lagi menyalurkan emosinya lewat perkelahian di jalan, tapi lewat olahraga yang terarah dan terukur," ujar salah satu guru pembimbing SMPN 28 Jakarta saat kegiatan peresmian, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini diresmikan langsung oleh pihak sekolah dengan melibatkan pelatih tinju profesional yang sudah memiliki lisensi. Menurut pihak SMPN 28, olahraga tinju dipilih bukan karena ingin mengajarkan kekerasan, melainkan karena olahraga ini menuntut kontrol diri, kesabaran, dan rasa saling menghormati.

"Tinju bukan tentang siapa yang lebih kuat, tapi siapa yang lebih mampu menahan diri dan menghormati lawan. Itu yang kami ingin tanamkan," tambah guru olahraga SMPN 28.

Latihan tinju diadakan di aula sekolah yang disulap menjadi area latihan dengan perlengkapan dasar seperti sarung tangan, pelindung kepala, dan punching bag. Setiap minggu, siswa dari kelas VII hingga IX dijadwalkan mengikuti sesi latihan bergiliran dengan pengawasan guru dan pelatih.

Menurut data Dinas Pendidikan DKI Jakarta, tawuran pelajar masih menjadi masalah yang cukup sering muncul di kawasan ibu kota. SMPN 28 Jakarta pun berinisiatif membuat pendekatan baru agar siswa memiliki cara positif untuk menyalurkan energi dan emosi mereka.

Selain latihan fisik, kegiatan ini juga diisi dengan pembelajaran nilai sportivitas, manajemen emosi, serta kerja sama tim. Sekolah berharap, para peserta tinju bisa menjadi contoh bagi teman-temannya untuk menjauhi tawuran dan membangun solidaritas yang lebih sehat.

"Anak-anak butuh wadah. Kalau mereka diarahkan dengan benar, semangat kompetitif itu bisa jadi hal yang baik," kata Kepala Sekolah SMPN 28 Jakarta.