Respons Carlos Alcaraz Usai Takluk dari Cameron Norrie di Paris Masters 2025

Genvoice.id | 29 Oct 2025

JAKARTA, Genvoice.id - Petenis Spanyol Carlos Alcaraz harus menelan pil pahit setelah tersingkir di babak awal Paris Masters 2025. Unggulan nomor satu dunia itu dikalahkan Cameron Norrie lewat laga tiga set, 4-6, 6-3, 6-4, pada Rabu (29/10/2025) WIB. Kekalahan ini jadi kejutan besar, mengingat Alcaraz datang ke turnamen dengan status favorit juara.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Alcaraz mengaku kebingungan dengan performanya yang jauh dari kata maksimal.

"Saya datang ke sini dengan kondisi fisik yang baik. Saya berlatih keras, tapi di lapangan semuanya terasa aneh. Saya sama sekali tidak merasakan bola," ujar Alcaraz, dikutip dari laman resmi ATP Tour.

Petenis berusia 22 tahun itu bahkan menyebut penampilannya melawan Norrie sebagai salah satu yang terburuk sepanjang musim.

"Ini salah satu pertandingan terburuk saya dalam hal perasaan dan ritme. Saya tidak ingin menontonnya lagi, saya hanya ingin melupakannya," lanjutnya.

Dalam laga tersebut, Alcaraz terlihat frustrasi dan sering melakukan kesalahan sendiri. Ia mencatat 54 unforced errors, termasuk sejumlah pukulan mudah yang gagal menyeberangi net.

"Saya tidak bisa menemukan cara untuk mengendalikan permainan. Cameron bermain sangat solid, sementara saya justru kehilangan fokus," ungkapnya.

Norrie memang tampil disiplin sepanjang pertandingan. Petenis asal Inggris itu memanfaatkan banyak kesalahan Alcaraz dengan baik dan berhasil menjaga tempo permainan hingga akhir set ketiga.

"Dia bermain luar biasa. Saya harus memberinya kredit penuh," ujar Alcaraz.

Usai kekalahan ini, Alcaraz berencana langsung bersiap menghadapi ATP Finals 2025 di Turin, yang dimulai bulan depan. Ia menegaskan ingin memperbaiki penampilan dan mengakhiri musim dengan hasil positif.

"Saya akan beristirahat sejenak, lalu kembali berlatih. Musim belum berakhir, dan saya ingin menutupnya dengan cara terbaik," kata Alcaraz.

Kekalahan ini berpotensi membuat posisi Alcaraz di puncak peringkat ATP terancam. Rival terdekatnya, Jannik Sinner, masih bertahan di turnamen dan bisa merebut posisi nomor satu dunia jika mencapai babak final.