Penutupan Pemerintahan Berlanjut, AS Terpaksa Tunda 3.658 Penerbangan
WASHINGTON- Hingga hari keempat pelaksanaan shutdown (penutupan pemerintahan), Senin (19/10), situasi di bandara-bandara masih mencekam karena Amerika Serikat (AS) terpaksa menunda atau membatalkan 3.658 penerbangan.
"Total penundaan di dalam, menuju, atau keluar AS per hari ini: 3.658," sebut portal FlightAware.com. seperti diuktip dari Antara.
Lebih lanjut dikatakan sebanyak 119 penerbangan lainnya telah dibatalkan dan hampir 100 penerbangan ditunda atau dibatalkan di Bandara Internasional JFK, New York. Di Atlanta, lebih dari 500 penerbangan juga ditunda. Begitu juga lebih dari 200 penerbangan yang ditunda di Charlotte.
Menteri Perhubungan AS Sean Duffy pada Senin mengatakan bahwa para pengatur lalu lintas udara akan berhenti menerima gaji mereka pada 28 Oktober 2025.
Pada Kamis sebelumnya, Duffy memperingatkan bahwa keberangkatan penumpang pesawat di AS mungkin akan ditunda dan dibatalkan jika Kongres tidak dapat menyetujui rancangan undang-undang terkait anggaran pemerintah, dan mengakhiri penutupan pemerintah.
Tahun fiskal baru AS dimulai pada 1 Oktober, tetapi Kongres gagal menyetujui anggaran, sehingga pemerintah tidak dapat beroperasi.
Penutupan pemerintah di AS menyebabkan penghentian operasional beberapa lembaga pemerintah yang didanai langsung oleh Kongres karena kurangnya anggaran untuk tahun fiskal berikutnya, sebuah situasi yang umum terjadi.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa dia dapat memanfaatkan penutupan pemerintah untuk mengurangi jumlah staf dan gaji secara besar-besaran.
Dia mengklaim bahwa posisi Partai Demokrat menciptakan kebuntuan anggaran, dan Gedung Putih memanfaatkan situasi saat ini untuk menghapus program-program yang tidak disukai Partai Republik.
Pasar Tenaga Kerja
Sebelumnya juga dilaporkan jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran diperkirakan naik pada pekan lalu. Hal itu menandakan pasar tenaga kerja AS mulai terdampak penutupan pemerintahan (government shutdown).
Klaim awal tunjangan pengangguran negara bagian yang disesuaikan secara musiman naik menjadi 232.000 untuk minggu yang berakhir 18 Oktober, naik dari 220.000 pada minggu sebelumnya. Goldman Sachs memperkirakan klaim berada di angka 227.000 sementara JPMorgan memperkirakan 229.000.
Selain itu, jumlah orang yang menerima tunjangan pengangguran setelah minggu awal bantuan (continuing claims) meningkat menjadi 1,942 juta selama minggu yang berakhir 11 Oktober, naik dari 1,928 juta pada minggu sebelumnya.
Peningkatan itu menunjukkan bahwa para penganggur mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan baru. Tak hanya itu, terdapat lonjakan dalam aplikasi tunjangan yang diajukan oleh pegawai federal dalam beberapa minggu terakhir, kemungkinan terkait dengan lebih dari 150.000 pekerja yang dikeluarkan dari daftar gaji pada akhir September setelah menerima paket pensiun dini.
Pasalnya, karyawan federal yang dirumahkan tanpa gaji dapat mengajukan tunjangan pengangguran, mereka harus mengganti program tersebut ketika mereka menerima gaji kembali.