Jarang Disadari! Ini 4 Kesalahan Saat Pakai Kaos Kaki yang Bisa Bikin Infeksi Kaki

Genvoice.id | 29 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, siapa sangka kalau kaos kaki yang kelihatan sederhana bisa jadi sumber masalah buat kesehatan kaki kamu? Banyak orang fokus pada pilihan sepatu, tapi lupa kalau kaos kaki juga punya peran penting buat kenyamanan dan kebersihan kaki. Kalau salah pilih atau salah pakai, efeknya bisa bikin kaki gatal, bau, bahkan terinfeksi, lho!

Menurut para ahli, kaos kaki yang tepat bisa membantu menjaga kelembapan, melindungi kulit dari gesekan, dan membuat kaki tetap kering sepanjang hari. Tapi kalau salah pilih bahan, ukuran, atau bahkan warnanya, bisa jadi sumber masalah baru. Berikut empat kesalahan umum yang perlu kamu hindari biar kaki tetap sehat dan bebas bau.

Kesalahan pertama yang sering banget dilakukan adalah pakai kaos kaki warna hitam atau gelap tanpa dicuci dulu. Menurut dokter spesialis podiatri, Dr. Ebonie Vincent-Sleet, warna hitam punya zat pewarna yang mudah luntur dan bisa menempel di kulit.
"Material pewarna hitam bisa menempel di kuku dan memicu pertumbuhan jamur. Terutama jika Anda sering memakai sepatu tertutup," kata Ebonie.

Warna gelap juga cenderung membuat kaki sulit bernapas karena sirkulasi udara yang terhambat. Akibatnya, keringat terjebak di dalam sepatu dan menciptakan lingkungan lembap yang ideal buat jamur tumbuh. Jadi, Gen, selalu pastikan kamu mencuci kaos kaki hitam sebelum dipakai ya, supaya residu pewarna yang bisa bikin iritasi hilang duluan.

Kesalahan kedua, salah pilih bahan kaos kaki. Banyak yang mengira katun paling nyaman, padahal bahan ini justru menyimpan keringat di kulit. Kalau dibiarkan, bisa memicu jamur, kutu air, dan iritasi. Sementara bahan wol memang menyerap kelembapan lebih baik, tapi terlalu tebal buat cuaca panas. Solusinya, pilih bahan sintetis yang bisa menyerap keringat dengan baik, apalagi kalau kamu aktif seharian.

Kesalahan ketiga adalah memakai kaos kaki yang terlalu longgar atau terlalu ketat. Kalau kelonggaran, kaos kaki bisa melorot dan bikin gesekan di tumit sampai lecet. Tapi kalau terlalu ketat, aliran darah bisa terganggu dan bikin kaki cepat pegal. Idealnya, kaos kaki harus pas di kaki, terutama di bagian lengkungan dan tumit.

Terakhir, kaos kaki usang dan berlubang yang masih dipakai juga bisa jadi sumber masalah. Menurut dr. Amiethab Aiyer dari Johns Hopkins Medicine, kaos kaki yang kotor atau rusak bisa jadi tempat tumbuhnya bakteri dan jamur penyebab infeksi. Disarankan buat mengganti kaos kaki setiap tiga sampai enam bulan sekali biar tetap higienis.

Jadi, mulai sekarang jangan anggap remeh kaos kaki ya, Gen. Pilih bahan yang tepat, cuci dengan benar, dan pastikan ukurannya pas supaya kaki kamu tetap nyaman, wangi, dan bebas infeksi!