Boyong Peraih Nobel ke Istana, Ada Apa Presiden Timor Leste Temui Prabowo?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kenegaraan dari Presiden Timor-Leste, José Ramos-Horta, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (28/8/2026).
Pertemuan perdana kedua pimpinan negara sejak Prabowo resmi menjabat sebagai Kepala Negara ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan diplomasi bilateral, sekaligus menjajaki berbagai peluang kolaborasi strategis di kawasan regional.
Poin-Poin Pertemuan Prabowo dan Ramos-Horta
1. Format Pertemuan Resmi: Presiden Prabowo Subianto menyambut secara langsung Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta beserta jajaran utusan diplomasinya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
2. Keterlibatan Sektor Riset: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, hadir mendampingi Presiden Prabowo untuk memfasilitasi pembicaraan terkait potensi kerja sama di bidang pengembangan inovasi dan teknologi.
3. Kehadiran Delegasi Khusus Peraih Nobel: Wakil Menteri Luar Negeri, Armanatha Nasir, menyampaikan bahwa Presiden Ramos-Horta membawa rombongan istimewa yang terdiri dari para penerima penghargaan Nobel Laureate.
4. Cakupan Lintas Disiplin Ilmu: Delegasi penerima Nobel yang diboyong tersebut mencakup berbagai bidang krusial, mulai dari isu perdamaian dunia, sains, sains kimia, hingga pengembangan sistem ketahanan pangan global.
Nostalgia Diplomasi dan Rekam Jejak Pertemuan
Pertemuan di Jakarta ini menandai awal baru hubungan diplomatik resmi tingkat kepala negara bagi Prabowo Subianto dan José Ramos-Horta. Meski demikian, kedua tokoh internasional ini sebenarnya sudah memiliki hubungan komunikasi yang baik sebelumnya.
Prabowo dan Ramos-Horta sempat mengadakan pertemuan bilateral terbatas pada 31 Mei 2024. Kala itu, Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia, dan keduanya bertatap muka di sela-sela forum pertahanan bergengsi The International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 2024 yang diselenggarakan di Singapura.
Kunjungan diplomatik Presiden Ramos-Horta yang memboyong jajaran penerima Nobel ke Istana Kepresidenan Jakarta menegaskan sinyal positif dalam penguatan kemitraan kedua negara tetangga.
Melalui pelibatan BRIN dan jajaran pakar sains dunia, kolaborasi Indonesia dan Timor-Leste di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo diharapkan tidak sekadar memperkokoh fondasi politik regional, melainkan juga melahirkan terobosan konkret di bidang riset, pangan, dan perdamaian secara berkelanjutan.