Sejumlah Perusahaan di Jakarta Terapkan WFH Imbas Situasi Keamanan yang Tidak Kondusif
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sejumlah perusahaan di wilayah Jakarta memutuskan memberlakukan kebijakan work from home (WFH) pada Jumat (29/8/2025), menyusul memanasnya situasi keamanan pasca kerusuhan yang terjadi setelah insiden pengemudi ojek online (ojol) terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob.
Kebijakan WFH diberlakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan mobilitas dan demi menjaga keselamatan karyawan.
Salah satu perusahaan yang mengambil langkah tersebut adalah Saff & Co, merek parfum lokal, yang mengumumkan kebijakan WFH melalui kanal WhatsApp Channel.
"Sehubungan dengan informasi mengenai aksi demonstrasi lanjutan yang akan berlangsung pada Jumat, 29 Agustus 2025, manajemen memutuskan untuk memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi seluruh karyawan," tulis pengumuman tersebut.
Manajemen juga menyampaikan bahwa keputusan itu ditujukan untuk menghindari risiko dari kemungkinan penutupan jalan dan gangguan transportasi umum.
Selain itu, Tugu Reasuransi Indonesia turut mengambil langkah serupa. Dalam pemberitahuannya kepada klien dan mitra, perusahaan menjelaskan:
"Sehubungan dengan situasi kurang kondusif di Jakarta terkait aksi demonstrasi, bersama ini kami informasikan bahwa operasional kantor kami pada 29 Agustus 2025 dialihkan ke skema Work From Home (WFH)."
Pihak perusahaan memastikan layanan dan komunikasi tetap berjalan normal melalui email dan akses digital lainnya.
Sementara itu, sejumlah karyawan di perkantoran kawasan Gatot Subroto juga menerima arahan mendadak untuk bekerja dari rumah. Salah satunya, Olla, mengaku situasi masih berlangsung situasional.
"Kita belum ada info sampai kapan WFH. Dari kemarin kita situasional saja. Tetap WFO, tapi kalau sekiranya suasana nggak kondusif, baru ada arahan untuk lanjut WFH lagi," ujar Olla, dikutip dari Bloomberg Technoz.
Kebijakan ini muncul di tengah seruan aksi lanjutan oleh Aliansi BEM Seluruh Indonesia, yang mengumumkan aksi bertajuk "Seruan Aksi Serentak Seluruh Indonesia" melalui akun Instagram @bersmi.official. Titik aksi utama disebut akan digelar di Mabes Polri mulai pukul 13.00 WIB.
"Hari ini kita turun ke jalan bukan hanya menolak kebijakan yang merugikan rakyat, tapi juga menolak wajah anarkis aparat yang seharusnya jadi pengayom, namun justru menjadi penindas dan pelindas rakyatnya sendiri," tulis akun tersebut.