Lirik Lengkap Lagu Perunggu - Amalan Baik dan Maknanya, Curhat Tentang Jadi Dewasa di Ibu Kota!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, pernah nggak sih kamu ngerasa hidup makin ke sini makin berat? Tuntutan buat cepat dewasa datang dari berbagai arah-mulai dari keluarga, lingkungan, sampai realita keras di kota. Nah, rasa itu juga yang coba dituangkan Perunggu lewat lagu terbaru mereka yang berjudul Amalan Baik.
Lagu ini jadi semacam pengingat kalau perjalanan jadi dewasa memang nggak mudah. Ada keresahan, ada rasa takut gagal, bahkan kadang bikin kita merasa sendirian. Tapi lewat liriknya, Perunggu kasih semacam energi baru: bahwa doa orang tua, pengalaman, dan amalan baik bisa jadi bekal buat jalan terus.
Lirik Lagu Perunggu - Amalan Baik
[Verse 1]
Ada gila-gilanya kurasa
Harus gesit berkelit hadapi realita
Masih harus melangkah tentukan arah
Mungkin harus percepat jadi dewasa
[Verse 2]
Ayah tidak mengerti pekerjaanku
Ibu khawatirkan jalan yang kutempuh
Ku tak pernah berharap mereka pahami
Selama doa terkirim tanpa henti setiap hari
[Chorus]
Buka telinga selebar-lebarnya
Baca buku apa pun yang kau suka
Isikan penuh hati dan kepala
Amalan baik yang kan jadi tenaga
[Verse 3]
Lebih takut gagal di Jakarta
Dibandingkan dengan ku takut masuk neraka
Dan makin ke sini semakin sadari
Neraka itu adalah kota ini, kau tak sendiri
[Chorus]
Buka telinga selebar-lebarnya
Baca buku apapun yang kau suka
Isikan penuh hati dan kepala
Amalan baik yang kan jadi tеnaga
[Outro]
Kumpulkan niat tulus dan mapan
Tak perlu harus ikut arus tuntutan
Tatapan lurus dan tanyakan hati
Raup semua nyali, tarik nafas lagi
Makna Lagu Amalan Baik
Kalau kamu perhatiin, lirik lagu ini banyak nyeritain tentang proses menuju kedewasaan yang seringkali nggak gampang. Di awal lagu, ada kegelisahan soal bagaimana harus menghadapi realita hidup. Bahkan, ada benturan dengan orang tua yang mungkin nggak sepenuhnya paham dengan jalan yang kita pilih.
Tapi di balik itu, doa orang tua selalu jadi kekuatan. Lalu, Perunggu juga seakan bilang kalau bekal kita buat survive bukan cuma kerja keras, tapi juga amalan baik, pengetahuan, dan hati yang tetap terjaga.
Bagian paling nyentil ada di lirik "Lebih takut gagal di Jakarta, dibandingkan dengan ku takut masuk neraka." Kalimat ini ngegambarin betapa kerasnya persaingan di kota besar. Sampai-sampai, rasa takut gagal di dunia nyata bisa lebih menakutkan daripada ancaman akhirat.
Lewat Amalan Baik, Perunggu ngajak kita buat nggak tenggelam dalam tuntutan sosial. Lagu ini reminder kalau kita harus tetap setia sama niat baik, terus belajar, dan jangan lupa tarik napas lagi kalau capek. Karena meskipun berat, kita nggak sendirian menghadapi semuanya.
Gen, menurut kamu lirik "Neraka itu adalah kota ini, kau tak sendiri" relate banget nggak sama realita hidup di kota besar?