Bukan Kaleng-Kaleng, Berikut Adalah Kegunaan Rantis Andalan Brimob! Bisa Dipakai untuk Evakuasi hingga Melindas Ojek Online

Genvoice.id | 29 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Di balik kokohnya barikade pengamanan saat terjadi kerusuhan, ada satu kendaraan yang sering menjadi sorotan, yakni rantis milik Korps Brimob.

Kendaraan taktis (Rantis) milik Korps Brimob Polri ini bukan sekadar mobil militer biasa, ia adalah "monster baja" multifungsi yang punya kemampuan luar biasa, mulai dari pengendalian massa, patroli keamanan, hingga menjadi kendaraan untuk evakuasi dalam situasi bencana.

Rantis merupakan singkatan dari Kendaraan Taktis, yaitu kendaraan khusus yang dirancang untuk mendukung operasi taktis kepolisian, khususnya oleh Korps Brimob. Kendaraan ini digunakan dalam berbagai operasi, mulai dari pengamanan unjuk rasa, penanggulangan terorisme, hingga evakuasi dalam situasi darurat.

Rantis bukan hanya berupa mobil lapis baja, tetapi juga bisa berupa motor trail atau kendaraan khusus lainnya. Kendaraan ini lazim dioperasikan oleh satuan Brimob yang tersebar di berbagai Polda.

Harga kendaraan taktis Brimob sangat bervariasi tergantung jenis dan spesifikasinya. Untuk versi sipil dari rantis ringan seperti Maung Pindad, harga pasarannya mencapai sekitar Rp600 juta per unit. Namun, versi militer dengan spesifikasi lengkap dan tingkat perlindungan tinggi bisa menembus angka miliaran rupiah per unit.

Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), anggaran pengadaan rantis Polri pada tahun 2024 mencapai Rp199,7 miliar, yang digunakan untuk membeli beberapa unit kendaraan taktis.

Secara khusus, Polda Metro Jaya mengalokasikan dana sebesar Rp29,23 miliar dalam tender bertajuk “Pengadaan Rantis dan Ran Ops Brimop Polde Metro Jaya APBN T.A. 2024”.

Rantis ini memiliki bobot sekitar 14 ton dan dirancang dengan teknologi full body armor plate untuk menghadapi tembakan senjata ringan dan benturan keras. Kaca jendelanya dilengkapi dengan pelindung setara NIJ Level 3, dan bannya menggunakan teknologi run flat tire, yang memungkinkan tetap melaju meski ditembus peluru atau ranjau.

Dari sisi persenjataan, Rimueng dibekali mounting gun senapan serbu dan dua pelontar gas air mata kaliber 38 mm. Kendaraan ini mampu menampung hingga 14 personel, dan dapat melaju hingga kecepatan 100 km/jam di jalan perkotaan, serta menaklukkan medan ekstrem dengan kemiringan hingga 60 derajat.

Berdasarkan buku “Orientasi Kendaraan Taktis dan Mengemudi” yang disusun oleh Tim Pokja Lemdiklat Polri (2019), rantis memiliki sejumlah fungsi strategis, antara lain:

  1. Pengendalian Massa: Membubarkan kerumunan dalam aksi demonstrasi atau kerusuhan. Biasanya dilengkapi water cannon dan pelontar gas air mata.

  2. Pengawalan VVIP: Memberikan perlindungan ekstra saat mengawal pejabat tinggi atau tokoh penting.

  3. Penanggulangan Terorisme: Mendukung unit antiteror dalam operasi pengejaran atau penyergapan.

  4. SAR dan Evakuasi: Digunakan untuk evakuasi personel dan peralatan dalam situasi bencana atau keadaan darurat.

  5. Patroli Keamanan: Membantu polisi berpatroli di wilayah rawan konflik atau medan sulit.

Namun, alih-alih digunakan sebagai pelindung, monster baja ini justru digunakan untuk melindas seorang ojek online yang sedang berada di kerumunan demonstran saat terjadinya aksi unjuk rasa pada tanggal 28 Agustus malam.