Profil Ipda Ambarita, Polisi Viral yang Humanis Saat Amankan Bentrokan Matraman
JAKARTA, GENVOICE.ID - Di tengah memanasnya situasi bentrokan di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, muncul sosok polisi yang justru mencuri perhatian publik karena pendekatan yang berbeda.
Dia adalah Ipda Monang Parlindungan Ambarita, anggota kepolisian yang kembali viral saat turun langsung mengamankan lokasi konflik.
Kehadiran Ipda Ambarita di tengah warga tidak hanya berfokus pada pengamanan. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, ia terlihat berdialog santai dengan masyarakat yang berkumpul di lokasi. Bahkan, warga sempat meminta "kata-kata hari ini", sebuah ciri khas yang sudah lama melekat pada dirinya. Momen tersebut dinilai mampu mencairkan suasana di tengah ketegangan pascabentrokan.
Ipda Ambarita saat ini bertugas di Polda Metro Jaya dan menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua setelah mengikuti pendidikan alih golongan. Ia bukan sosok baru dalam dunia kepolisian. Kariernya dimulai sejak 1998 sebagai bintara Polri, setelah sebelumnya sempat gagal masuk Akademi Kepolisian dan bekerja di perusahaan swasta.
Namanya mulai dikenal luas publik ketika memimpin Tim Raimas Backbone, unit pengurai massa yang bertugas menangani potensi gangguan keamanan seperti tawuran dan kerusuhan jalanan. Dari sinilah citranya sebagai polisi lapangan yang tegas sekaligus dekat dengan masyarakat terbentuk.
Selain dikenal di lapangan, Ipda Ambarita juga memiliki popularitas tinggi di media sosial. Akun pribadinya memiliki jutaan pengikut, yang membuat setiap aktivitasnya mudah menjadi perhatian publik.
Meski demikian, perjalanan kariernya tidak selalu mulus. Ia pernah menjadi sorotan karena kontroversi terkait pemeriksaan ponsel warga tanpa prosedur yang tepat, yang kemudian berujung pada pemeriksaan internal dan mutasi tugas.
Kehadirannya dalam pengamanan bentrokan Matraman kali ini seolah menunjukkan sisi lain dari sosoknya. Di tengah situasi yang rawan konflik, pendekatan humanis yang ditunjukkan dinilai efektif meredam ketegangan dan mencegah bentrokan susulan.
Rangkaian peristiwa di Matraman, mulai dari bentrokan antar kelompok hingga kasus kriminal seperti penembakan, memperlihatkan betapa kompleksnya situasi keamanan di wilayah tersebut. Dalam kondisi seperti ini, peran aparat tidak hanya dituntut tegas, tetapi juga mampu membangun komunikasi dengan masyarakat.