Asal-usul Nama Matraman, Dari Basis Pasukan Mataram hingga Jadi Kawasan Penuh Konflik
JAKARTA, GENVOICE.ID - Di balik berbagai peristiwa yang belakangan terjadi di kawasan Matraman, Jakarta, ternyata tersimpan sejarah panjang yang sudah dimulai sejak ratusan tahun lalu.
Nama "Matraman" sendiri bukan sekadar penanda wilayah, tetapi memiliki kaitan erat dengan perjalanan sejarah Nusantara, khususnya pada masa Kerajaan Mataram.
Berdasarkan berbagai catatan sejarah, nama Matraman diyakini berasal dari kata "Mataraman", yaitu sebutan untuk pasukan Kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Sultan Agung saat menyerang Batavia pada tahun 1628 dan 1629. Wilayah yang kini dikenal sebagai Matraman dulunya dijadikan tempat singgah sekaligus basis pertahanan pasukan tersebut sebelum menyerang VOC yang berkuasa di Batavia.
Seiring waktu, penyebutan "Mataram" berubah menjadi "Matraman" karena pengaruh pelafalan masyarakat Betawi. Nama itu kemudian melekat dan digunakan hingga sekarang sebagai identitas kawasan.
Namun, asal-usul nama Matraman tidak hanya memiliki satu versi. Ada cerita lain yang menyebutkan bahwa nama tersebut berasal dari sebuah lokasi di wilayah Pal Meriam, tempat seorang pangeran Mataram menancapkan tongkatnya saat penyerangan. Tempat itu kemudian dianggap keramat dan dikenal sebagai Kampung Matraman.
Versi lain lagi menyebut adanya masjid kecil di pinggir Sungai Ciliwung yang pernah digunakan oleh tokoh dari Mataram. Kawasan di sekitar masjid itu kemudian berkembang menjadi permukiman yang dikenal sebagai Matraman Dalam.
Menariknya, sejak awal sejarahnya, Matraman memang sudah akrab dengan konflik. Selain menjadi basis perang pasukan Mataram, wilayah ini juga pernah menjadi lokasi pertempuran antara Inggris dan Belanda pada tahun 1811. Bahkan, catatan lama menyebut kawasan ini sudah dikenal sebagai wilayah yang rawan kejahatan sejak awal 1900-an.
Jika ditarik ke kondisi sekarang, jejak sejarah tersebut seolah masih terasa. Matraman kini dikenal sebagai salah satu kawasan terpadat di Jakarta dengan dinamika sosial yang tinggi. Kepadatan penduduk, kompleksitas kepemilikan lahan, hingga keberadaan berbagai kelompok masyarakat membuat wilayah ini kerap menjadi titik rawan konflik.
Tidak heran jika dalam beberapa waktu terakhir, Matraman kembali menjadi sorotan karena berbagai peristiwa, mulai dari bentrokan antar kelompok, kasus kriminal, hingga isu sosial lainnya. Semua itu seakan menjadi pengingat bahwa kawasan ini sejak dulu memang memiliki karakter sebagai wilayah yang dinamis, bahkan cenderung "panas".
Dari basis pasukan perang hingga menjadi pusat aktivitas perkotaan yang padat, Matraman telah mengalami transformasi panjang.