Kwik Kian Gie Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Ekonom dan Nasionalis Sejati
JAKARTA, GENVOICE - Kabar duka datang dari dunia politik dan ekonomi Indonesia. Ekonom senior sekaligus tokoh nasional, Kwik Kian Gie, meninggal dunia pada Selasa (29/7). Ia dikenal sebagai sosok yang teguh memperjuangkan kemakmuran rakyat dan tidak pernah lelah menyuarakan pentingnya peran negara dalam ekonomi.
"Beliau sangat teguh memegang prinsip, khususnya soal pentingnya peran negara untuk mewujudkan kemakmuran rakyat," ujar Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, mengenang sosok almarhum.
Menurut Susi, para pejabat senior di lingkungan Kementerian Koordinator Perekonomian juga mengenang Kwik sebagai pribadi yang konsisten mendorong pemerintah agar hadir sebagai penggerak utama ekonomi berkeadilan sosial.
"Beliau percaya negara harus jadi ujung tombak demi menciptakan pemerataan dan keadilan sosial," imbuhnya.
Ucapan belasungkawa juga datang dari berbagai tokoh bangsa. Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyebut Kwik sebagai nasionalis sejati.
"Selamat jalan Pak Kwik Kian Gie. Ekonom, pendidik, dan nasionalis sejati. Beliau selalu berdiri tegak di tengah badai demi rakyat dan negeri. Indonesia berduka," tulis Sandiaga melalui akun media sosialnya.
Kwik Kian Gie lahir di Juwana, Pati, Jawa Tengah, pada 11 Januari 1935. Ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (1999-2000), serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas (2001-2004).
Di luar politik, Kwik juga dikenal sebagai pendidik. Ia mendirikan Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII) sebagai wujud kontribusinya di dunia pendidikan.
Kepergian Kwik meninggalkan duka mendalam bagi bangsa. Komitmennya terhadap nilai-nilai keadilan, keberpihakan pada rakyat kecil, serta keberanian bersuara, menjadikannya figur langka di tengah dunia politik dan ekonomi Indonesia.