Heboh! Drone Tempur Canggih Buatan Indonesia 'Elang Hitam' Akhirnya Terbang Mulus di Langit Kertajati!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Indonesia kembali menorehkan sejarah baru dalam dunia teknologi pertahanan, pasalnya, drone tempur tanpa awak buatan dalam negeri, Elang Hitam, berhasil melakukan uji terbang perdananya di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Senin (28/7). Momen penting ini menjadi tonggak kebangkitan industri dirgantara nasional menuju kemandirian pertahanan.
Dilansir dari Antara, uji terbang ini merupakan bagian dari tahap proof-of-concept, yang bertujuan untuk menguji kemampuan jelajah, sistem kendali otomatis, dan komunikasi jarak jauh dari pesawat tempur tanpa awak kelas Medium Altitude Long Endurance (MALE) tersebut.
"Ini merupakan pembuktian penguasaan teknologi kunci dalam rancang bangun drone kelas MALE. Kami bangga Elang Hitam akhirnya mampu terbang dan menjalankan misi uji coba dengan sukses," ujar Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Mohammad Arif Faisal, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.
Dirancang sejak 2015 dan dikembangkan oleh konsorsium nasional yang melibatkan Kementerian Pertahanan RI, BPPT (kini BRIN), TNI AU, ITB, PT DI, PT Len Industri, serta LAPAN, drone Elang Hitam memiliki kemampuan terbang hingga 20.000 kaki selama 24 jam nonstop.
Drone ini ditujukan untuk menjalankan misi intelijen dan pengawasan perbatasan, serta operasi militer strategis. Namun kemampuannya juga dapat dimanfaatkan dalam misi kemanusiaan, seperti pencarian dan penyelamatan korban di lokasi bencana yang sulit dijangkau.
Meskipun sempat mengalami kegagalan uji terbang pada 2021 dan dialihkan menjadi proyek drone sipil oleh BRIN, pengembangan Elang Hitam kembali menggeliat. Melalui keputusan Rapat Pleno KKIP Oktober 2024, proyek ini dihidupkan kembali untuk tujuan militer, dengan PT DI sebagai lead integrator.
"Ini bukan hanya uji coba drone, tapi juga pernyataan bahwa Indonesia siap sejajar dengan negara-negara maju dalam penguasaan teknologi pertahanan masa depan," tegas Arif.
Dalam uji terbang ini, Elang Hitam juga dikawal oleh pesawat Kodiak milik PTDI untuk memantau dan memastikan kemampuan manuver serta stabilitas drone di udara.
Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tengah memasuki era baru teknologi pertahanan berbasis kemandirian industri dalam negeri. PTDI menyatakan bahwa Elang Hitam akan menjadi pondasi penting dalam membangun ekosistem drone nasional yang mandiri dan kompetitif.