Waspada! Tikus Got Bisa Bawa Virus Mematikan, 8 Kasus Hantavirus Ditemukan di Indonesia!

Genvoice.id | 29 Jun 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Siapa sangka si kecil berbulu yang sering wara-wiri di got rumah ternyata bisa menjadi sumber penyakit mematikan? Indonesia baru-baru ini digegerkan dengan munculnya delapan kasus Hantavirus, virus langka tapi berbahaya yang disebarkan oleh tikus.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI, per 19 Juni 2025, kasus-kasus ini terdeteksi di empat provinsi: Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara. Meski belum ditetapkan sebagai kejadian luar biasa, kemunculan Hantavirus menjadi peringatan keras bagi masyarakat, terutama mengingat tingginya populasi tikus dan sanitasi lingkungan yang belum merata di banyak wilayah Indonesia.

Kasus yang ditemukan merupakan bentuk Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yakni demam berdarah dengan komplikasi gangguan ginjal, yang disebabkan oleh jenis Hantavirus tertentu.

Meski kabar baiknya adalah seluruh pasien telah dinyatakan sembuh, potensi penyebaran virus tetap menjadi perhatian serius. Penularan terjadi melalui kontak dengan urine, kotoran, air liur, atau sarang tikus - bukan dari manusia ke manusia.

Menurut ahli epidemiologi dr. Dicky Budiman, banyak kasus Hantavirus selama ini bisa saja tidak terdeteksi karena gejalanya mirip dengan demam berdarah atau leptospirosis. Gejala meliputi demam tinggi, nyeri otot, mual, hingga gangguan ginjal.

"Kemunculan kasus ini kemungkinan besar bukan karena virusnya menyebar cepat, tapi karena deteksinya makin membaik," jelas dr. Dicky, dikutip dari South China Morning Post.

Standar Kemenkes menyebutkan, wabah baru akan dikategorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB) jika muncul dua kasus atau lebih dalam dua minggu di satu wilayah. Meski belum sampai titik itu, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak lengah.

Hantavirus bukan penyakit biasa. Tingkat kematiannya bisa mencapai 5 hingga 15 persen, tergantung jenis virus dan kondisi pasien. Oleh karena itu, pencegahan jauh lebih penting daripada pengobatan.

Pakar kesehatan menegaskan bahwa kunci utama pencegahan adalah kebersihan lingkungan dan rumah. Berikut langkah-langkah sederhana namun penting:

  • Simpan makanan di wadah tertutup

  • Hindari kontak langsung dengan tikus, baik hidup maupun mati

  • Gunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan gudang, loteng, atau area lembab

  • Rutin membersihkan rumah dan buang sampah secara teratur

  • Tutup celah atau lubang yang bisa jadi jalan masuk tikus

Bagi pekerja di sektor berisiko tinggi seperti konstruksi, pertanian, dan laboratorium, penerapan protokol kebersihan ekstra juga sangat disarankan.

"Virus ini bukan cuma soal kesehatan, tapi juga mencerminkan kondisi lingkungan, infrastruktur, dan gaya hidup. Kita semua punya peran menciptakan ruang hidup yang aman dan sehat," tegas dr. Dicky.

Meski terlihat kecil dan biasa, tikus bisa membawa ancaman besar bagi kesehatan Anda dan keluarga. Hantavirus adalah wake-up call untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan pengendalian hama di rumah.

Jaga lingkungan, jaga kesehatan. Mulai dari sekarang.