Cuman Gara-Gara Warisan, Wanita di Depok Dikeroyok Sepupu Sendiri Hingga Babak Belur

Genvoice.id | 29 Jun 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Perselisihan soal harta warisan di Depok berujung kekerasan, seorang wanita berinisial ISZ menjadi korban penganiayaan brutal yang diduga dilakukan oleh dua sepupunya sendiri, berinisial NB dan EK, dalam sebuah pertemuan keluarga di Jalan Pemuda, Pancoran Mas, Jumat pagi (27/6).

Dilansir dari Antara, insiden tersebut terjadi saat keluarga besar berkumpul untuk membahas warisan pada pukul 10.30 WIB. Menurut pihak kepolisian, suasana yang awalnya tenang berubah tegang saat topik utang piutang orang tua masing-masing dibicarakan.

AKBP Reonald Simanjuntak, Kasubid Penmas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa dalam pembahasan tersebut, orang tua NB dan EK disebut masih memiliki utang kepada orang tua korban ISZ. Kedua pelaku meminta agar utang itu diikhlaskan, namun permintaan tersebut ditolak oleh korban.

"Korban tidak bisa mengikhlaskan begitu saja," ujar Reonald.

Penolakan itu memicu adu mulut yang semakin memanas hingga berujung penganiayaan fisik. Kedua pelaku diduga menghajar korban secara bersamaan menggunakan tangan kosong, menyebabkan korban menderita luka serius.

Korban mengalami luka lebam, cakaran di tangan, paha, dahi, mata, hidung, leher, serta pukulan di bibir atas dan sakit kepala. Selain luka fisik, korban juga dilaporkan mengalami trauma psikis akibat kejadian tersebut.

"Korban dipukul berkali-kali di bagian muka, leher, dan pundak hingga akhirnya dilerai keluarga yang ada di lokasi," lanjut Reonald.

Korban ISZ telah melaporkan kasus ini ke Polres Metro Depok, dan saat ini penyidik tengah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kasus dugaan pengeroyokan dalam lingkup keluarga tersebut.

"Kami tengah menyelidiki dugaan penganiayaan ini. Proses hukum akan berjalan sesuai prosedur," ujar Reonald.