Lirik Lagu SEKIP (Setia Kui Pekok) - Ndarboy Genk, Kelanjutan Kisah Single SIKEP

Genvoice.id | 29 May 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Dunia musik pop Jawa kembali diwarnai oleh karya terbaru dari musisi berbakat, Ndarboy Genk. Resmi diluncurkan pada 19 Mei 2026, lagu bertajuk "SEKIP (Setia Kui Pekok)" ini hadir sebagai kelanjutan cerita dari karya terdahulunya yang berjudul "SIKEP (Siap Kelangan Pengarep-Arep)".

Jika pada lagu SIKEP pendengar diajak menyelami fase galau seseorang yang terus menanti dan berharap sang mantan kekasih akan kembali ke pelukannya, maka SEKIP membawa pesan yang berbeda.

Melalui lagu terbaru ini, Ndarboy Genk menggambarkan fase lanjutan di mana seseorang akhirnya mulai tersadar dari keterpurukan, mencoba realistis, dan belajar ikhlas untuk melepas cinta yang telah kandas.

Secara harfiah, frasa bahasa Jawa "Setia Kui Pekok" memiliki arti "setia itu bodoh". Pemilihan judul yang unik ini dikemas sebagai bentuk sindiran bernuansa komedi bagi siapa saja yang terlalu keras kepala bertahan dalam hubungan sepihak atau tidak sehat (toxic relationship).

Melalui petikan liriknya, lagu ini menyuarakan realitas pahit tentang perbedaan kasta sosial dan hilangnya restu orang tua yang kerap menjadi batu sandungan dalam sebuah hubungan asmara.

Lirik Lagu Sekip (Setia Kui Pekok) - Ndarboy Genk

Koyo koyo arum kembang melati

Sing ilang wangine
Tresnomu wis alum neng ati
Janji janjimu mung kembang lambe

Sakjroning atiku ketatu tatu
Mergo kowe ninggal aku
Bapak lan ibumu mboten paring restu
Mergo kahanan uripku

Aku mung anake wong ora nduwe
Bedo karo kowe sing ndue sakabehane
Kudune kowe ngancani
Berjuang nganti saiki
Ora malah nglungani

Tak sikep bayang bayangmu
Kadang sok kelingan ambune parfumu
Yen motoku merem isih sok ngawang awang
Aku kowe iso balik sesandingan

Sak jembar e jagat royo
Tresnoku nggo kowe sakjroning samudro
Yen hubungan kudu cukup tekan semene
Aku siap berjuang dinggo nglaleke

Ndarboy Genk kembali membuktikan kepiawaiannya dalam mengemas cerita patah hati yang pilu menjadi sebuah karya musik yang renyah, dekat dengan keseharian, dan tetap asyik untuk didendangkan.

Gabungan antara lirik yang mendalam dengan judul yang menggelitik membuat lagu ini sangat relevan bagi banyak orang yang sedang berjuang di fase move on.

Apakah Gen termasuk salah satu orang yang merasa terwakili oleh lirik lagu SEKIP ini? Menurutmu, apakah benar sikap terlalu setia pada hubungan yang sudah tidak direstui itu bisa disebut "pekok" atau justru bentuk perjuangan cinta yang tulus?

Yuk, tuliskan pendapat, bagian lirik favorit, atau cerita pengalaman pribadi kamu di kolom komentar bawah!