Inka Andestha Klarifikasi Rumor Jadi Orang Ketiga di Hubungan Pratama Arhan dan Azizah Salsha
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Inka Andestha kembali menjadi perhatian publik usai muncul rumor dirinya disebut sebagai orang ketiga dalam rumah tangga pesepakbola Pratama Arhan dan Azizah Salsha. Isu tersebut ramai dibicarakan setelah hubungan Inka dan Arhan mulai diketahui publik.
Spekulasi yang terus berkembang membuat Inka akhirnya memberikan klarifikasi melalui unggahan di second account Instagram miliknya. Ia merasa perlu meluruskan berbagai tudingan yang dinilai sudah melebar ke mana-mana.
"Maaf ya aku harus klarifikasi karena menurutku sudah terlalu mengarang cerita berlebihan & semoga setelah klarifikasi ini semuanya paham," tulis Inka pada Jumat (29/5).
Bantah Isu Perselingkuhan
Dalam klarifikasinya, Inka dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya pernah menjalin hubungan dengan Pratama Arhan saat sang atlet masih berstatus sebagai suami Azizah Salsha.
"Ga ada perselingkuhan," tegas Inka.
Ia juga menanggapi rumor mengenai dugaan aliran transfer uang dari Arhan kepadanya. Menurut Inka, tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.
"Keluarin bukti TF kalau memang ada. Dan bisa akses dari mana ngeliat transferan?" lanjutnya.
Rumor Makin Ramai Dibahas Warganet
Sebelumnya, publik sempat mengaitkan kedekatan Inka dan Arhan dengan hubungan pertemanan Inka bersama Azizah Salsha di masa lalu. Hal itu membuat rumor semakin ramai diperbincangkan di media sosial.
warganet juga menyoroti sebuah pesan broadcast yang diduga berkaitan dengan Pratama Arhan. Namun, Inka menegaskan pesan tersebut sebenarnya ditujukan kepada pria lain yang pernah dekat dengannya.
"Hey sayang aku jomblo 2 tahun terus dekat sama orang lain dan memang HTS-an lumayan lama, broadcast-ku bertujuan untuk orang tersebut, bukan yang anda maksud," jelasnya.
Minta Publik Tidak Sebar Asumsi
Di akhir klarifikasinya, Inka meminta masyarakat berhenti membangun opini berdasarkan asumsi pribadi. Ia berharap publik lebih bijak sebelum menyebarkan cerita yang belum tentu benar.
"Mohon untuk tidak membuat atau menyebarkan cerita yang tidak benar seakan-akan itu fakta. Asumsi pribadi dan prasangka kalian bukan berarti kenyataan," tulis Inka.
"Jadi tolong jangan merealisasikan keburukan yang ada di pikiran sendiri menjadi narasi tentang hidup orang lain," tutupnya.