Bela Diri, Emosi, dan Empati: Ini Dia Deretan Karakter Cowok di Pengepungan Bukit Duri

Genvoice.id | 29 Apr 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Bukan hanya karakter-karakter perempuan yang menarik dan unik dengan masing-masing karakternya. Karakter laki-laki dalam film 'Pengepungan Bukit Duri' juga tak kalah keren.

Karakter-karakter ini bukan hanya tampil dengan akting yang keren, tapi aura dan emosi yang dikeluarkan masing-masing karakter justru menjadi pembeda. Kamu bakal melihat karakter-karakter dengan menampilkan bela diri yang memukau.

Bukan itu saja, Kamu juga bisa merasakan akan terbawa dalam rasa empati pada karakter-karakter tersebut. Menarik banget kan Gen buat disimak, nah ini dia penjelasannya.

Karakter pertama ada Florian Rutters sebagai Simala Arka (Sim), yang berhasil menarik simpati penonton dengan karakter yang natural. Sam berhasil menampilkan sisi rapuh dan kuat dalam waktu bersamaan. Dua sisi yang berbeda tapi jadi satu, gimana tuh? nah berarti harus ditonton kalau belum.

"Dia mampu menampilkan sisi rapuh dan kuat secara bersamaan, membuat penonton merasakan empati terhadap apa didalami karakter tersebut. Transformasi emosional yang ditampilkan Florian dalam film ini menunjukkan kedewasaan dan kedalaman aktingnya," dikutip dari akun X Joko Anwar.

Aktor muda Indonesia Faris Fadjar Munggaran juga ikut beradu akting dalam film ini, Ia berperan sebagai Reihan. Beberapa film yang pernah Ia garap seperti Gundala (2019), Satria Revenge of Darkness (2017), dan Qodrat (2022). Walaupun masih muda, tapi pengalamnnya gak boleh diremehkan nih.

Karakter Reihan dibentuk untuk bisa mencairkan suasana tapi juga memberikan adegan yang intens. Lebih jelasnya, Ia memerankan seorang anak yang sudah kehilangan kepercayaan pada figur otoritas.

Lagi dan lagi, film ini banyak banget diperankan sama aktor muda seperti Farandika yang berperan sebagai Jay Adiguna. Melalui akting natural serta memainkan emosi yang luas dapat menarik hati penonton.

"Range emosi yang luas serta kemampuan bermain dengan nuance membuatnya berhasil membuat penonton bisa masuk ke pengalaman sebagai anak koruptor dengan sedikit dialog," jelasnya.

Farandika memulai karir aktingnya pada film Garuda di Dadaku 2 (2011), siapa sih yang gak tau film ini. Ia juga main di film Kalian Pantas Mati (2022) dan Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 (2024).

Karakter yang tidak banyak dialog dalam film ini tapi tetap memberikan tranformasi emosi yang ngena bengat yaitu Hananto Setiawan (Anto) yang diperankan oleh Sandy Pradana. Saat Sandy casting, Joko merasakan bakatnya walaupun tak banyak dialog.

"Karakter Anto yang mungkin tidak banyak dialognya di dalam Pengepungan Bukit Duri, dihidupkan menjadi karakter lengkap," sambungnya.

Menurutnya, Shandy juga berhasil memerankan emosi Anto yang mendalam, peran ini bisa nunjukin kemampuan akting yang kompleks.

Lahir di Bekasi, Shandy pernah bermain di beberapa projek seperti Ayo Putus (2022) dan The Other Side (2022).

Terakhir ada Raihan Khan sebagai Robin Oliando (Culap), Ia juga menarik Joko ketika berperan sebagai gangster. Akting yang ditampilkan sangat natural dengan emosi yang menjadi sorotan.

Ternyata gak cuma karakter perempuannya aja yang keren, tapi karakter laki-lakinya juga keren ya Gen. Makanya, jangan lewatin buat nonton nih.