Akibat Tembok Jebol, Air Laut Tumpah-Tumpah di Penjaringan Jakarta Utara
JAKARTA, GENVOICE.ID - Banjir rob kembali terjadi di daerah Jalan Mandala Bahari Nomor 16 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Banjir ini diduga karena tembok roboh di galangan kapal.
"Tembok yang membatasi area galangan dengan kapal, roboh tadi malam," ucap Prayitno salah satu pekerja galangan kapal di Dermaga Muara Angke, Jakarta, dikutip Antara pada Selasa (29/04).
Ia juga menyebut, kalau semalam hujan dan tembok secara tiba-tiba jebol dan semua air laut meluap ke beberapa lokasi seperti Jalan Mandala Bahari, depan Green by Pluit, hingga ke Jalan Pluit Karang Ayu Barat, Penjaringan.
Bukan hanya itu, deburan air laut yang kencang juga jadi penyebab tembok jebol dan roboh pada Senin malam.
Depan bagian galangan kapal juga lagi dilakukan pembangunan saluran air yang membuat alat berat mengeruk tanah. Hal ini menimbulkan getaran dan membuat tembok tidak kokoh. Ditambah pondasi dari tembok juga kurang kuat.
"Karena kan pembangunan itu pakai (bor) drill bukan pancang. Mungkin karena getar-getar terus dan temboknya cuma di atas tanah, jadi tidak kuat," ujar pekerja tersebut.
Menurut dia itu penyebab dari runtuhnya tembok dan buat air tumpah ke jalan.
"Tadi malam penuh, air laut kesini semua, pas lagi pasang," ujarnya.
Prayitno bilang sebenarnya banjir rob terjadi pada Desember 2024, tapi saat itu tembok masih kuat dan kokoh sehingga air laut di galangan kapal tidak meluap dan tidak tumpah ke jalan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebenarnya sudah memprediksi dan memberikan peringatan banjir di wilayah pesisir pada 27 April hingga 2 Mei 2025. Kejadian ini disebabkan karena ada fenomena super new moon (fase bulan baru).
Fenomena ini bakal buat air laut naik maksimum berupa banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta. Kondisi ini juga membuat Pintu Air Ikan Siaga/Siaga 2 pada Senin (28/04) jam 6 sore, membuat terjadi genangan di beberapa titik.