Kisah Nyata Na Willa Bikin Nostalgia Masa Kecil, Ternyata Diangkat Dari Memori Penulis Reda Gaudiamo Di Gang Krembangan Yang Penuh Haru

Genvoice.id | 29 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Belakangan ini, jagat sinema tanah air lagi dihebohkan sama satu film yang vibes-nya bener-bener beda dan bikin hati adem, yaitu Na Willa. Banyak penonton yang keluar dari bioskop dengan mata berkaca-kaca karena merasa ceritanya bener-bener "gue banget" saat masih kecil dulu.

Mulai dari serunya main di pasar, lari-larian bareng temen satu geng, sampai rasa penasaran kita yang dulu sering nanyain hal-hal ajaib ke orang tua, semuanya terekam dengan sangat cantik di film produksi Visinema ini. Tapi tau nggak sih kamu kalau ternyata semua keajaiban yang kita tonton di layar lebar itu bukan cuma karangan fiksi belaka?

Ternyata, Na Willa menyimpan rahasia besar yang diambil langsung dari rekam jejak kehidupan nyata sang penulis novel aslinya, Reda Gaudiamo. Reda bener-bener menumpahkan memori masa kecilnya yang sangat personal ke dalam tulisan yang kini bertransformasi menjadi visual yang sangat menyentuh.

Latar tempat yang ikonik seperti Gang Krembangan pun bukan sekadar set film biasa, melainkan tempat saksi bisu di mana Reda kecil dulu menghabiskan hari-harinya dengan penuh kesederhanaan namun kaya akan imajinasi nih Gen.

Reda Gaudiamo sempat berbagi cerita tentang betapa emosionalnya dia saat mengenang kembali Gang Krembangan yang menjadi ruh utama dalam cerita ini. Menurutnya, lingkungan yang dulu terasa sangat asri dan simpel dengan sentuhan pagar kayu yang khas, kini sudah berubah drastis menjadi bangunan-bangunan yang lebih kokoh dan modern.

Perubahan fisik bangunan ini sering kali membuatnya terlempar kembali ke masa lalu, merindukan suasana hangat yang mungkin nggak akan bisa terulang lagi di masa sekarang.

"Dulu sangat sederhana sebenarnya, jadi bentuknya dan pagarnya dari kayu. Sekarang sudah dari besi, lalu ada rumah yang pakai tiang-tiang, pakai pilar-pilar," kata Reda dalam keterangan resmi yang dikutip pada Jumat, 27 Maret 2026.

Momen yang paling bikin merinding adalah ketika Reda memutuskan untuk melakukan napak tilas ke rumah sahabat masa kecilnya yang bernama Farida. Meskipun zaman sudah berubah, ternyata rumah Farida masih berdiri tegak di sana, bahkan makin asri karena hobi sang pemilik yang suka banget nanam tumbuhan. Pertemuan mereka pun terjadi dengan sangat tidak terduga dan penuh dengan tawa haru setelah puluhan tahun berpisah.

"Saya iseng-iseng tanya apakah ada yang namanya Bu Farida di sini? Ternyata dia langsung muncul. Lalu saya bilang, 'Eh, kamu masih ingat nggak sama saya? Saya dulu tinggal di seberang," ujar Reda saat menceritakan pertemuannya di Surabaya pada tahun 2023 lalu.

Namun, di balik reuni yang penuh tawa itu, ada juga kabar duka yang menyempurnakan sisi emosional dari latar belakang film ini. Reda baru mengetahui kalau salah satu sahabat kecilnya, Dul, ternyata sudah meninggal dunia, sementara temannya yang lain, Bud, sudah pindah dan tidak lagi menetap di Gang Krembangan.

Ryan Adriandhy selaku sutradara sekaligus penulis naskah film ini pun mengaku sangat berterima kasih karena Gen dan penonton lainnya mau membuka hati untuk melihat dunia dari kacamata anak-anak. Berkat film ini, banyak orang yang mulai mendiskusikan kembali soal pentingnya pola asuh yang baik hingga rekomendasi buku-buku anak berkualitas.

Na Willa bukan cuma sekadar film Lebaran biasa, tapi sebuah mesin waktu yang mengajak kita semua pulang ke rumah masa kecil kita yang penuh kebahagiaan sederhana.