Raheem Sterling Tinggalkan Chelsea, Cari Awal Baru Usai Kariernya Meredup di Stamford Bridge
JAKARTA, GENVOICE.ID - Raheem Sterling resmi berpisah dengan Chelsea setelah kedua pihak sepakat mengakhiri kontrak melalui kesepakatan bersama. Winger berusia 31 tahun itu kini membuka lembaran baru dalam kariernya setelah tersingkir dari rencana klub sejak musim panas 2024.
Sterling sejatinya masih memiliki sisa kontrak 18 bulan dengan gaji sekitar 325 ribu poundsterling per pekan, menjadikannya pemain dengan bayaran tertinggi di Chelsea. Namun, posisinya terus terpinggirkan dan ia bahkan tak tampil satu kali pun musim ini, berlatih terpisah dari skuad utama.
Didatangkan dari Manchester City pada 2022, Sterling merupakan rekrutan besar pertama di era kepemilikan Todd Boehly dan Clearlake Capital. Saat itu, ia digadang-gadang sebagai simbol awal proyek baru Chelsea. Kenyataannya, performa Sterling tak pernah benar-benar konsisten selama dua musim pertamanya di London Barat.
Situasi semakin rumit ketika kebijakan transfer Chelsea berubah. Klub lebih memilih menginvestasikan dana pada pemain muda dengan kontrak jangka panjang berbasis insentif, membuat Sterling tak lagi masuk prioritas. Musim lalu, ia bahkan dipinjamkan ke Arsenal, sebuah sinyal kuat bahwa masa depannya di Stamford Bridge kian suram.
Gaji tinggi dan keengganannya untuk pindah dari London sempat menyulitkan Chelsea melepas Sterling secara permanen. Fulham, Crystal Palace, dan West Ham United dikabarkan sempat memantau situasinya. Namun, Sterling kini disebut mulai terbuka untuk melanjutkan karier di luar London demi mendapatkan menit bermain reguler.
Kepergian ini menandai penurunan tajam bagi salah satu nama besar sepak bola Inggris dalam satu dekade terakhir. Produk akademi Liverpool tersebut meraih berbagai gelar bersama Manchester City dan menjadi figur penting dalam kebangkitan timnas Inggris di bawah Gareth Southgate. Sterling mencetak tiga gol di Euro 2020 dan membantu Inggris mencapai final turnamen besar untuk pertama kalinya sejak 1966.
Di luar lapangan, Sterling juga dikenal vokal dalam isu antirasisme dan dianugerahi gelar MBE pada 2021. Namun, karier internasionalnya ikut meredup. Ia terakhir kali membela Inggris pada Piala Dunia 2022 dan tak lagi masuk rencana tim nasional sejak saat itu.
Chelsea sendiri telah mencoba mencari berbagai solusi terkait masa depan Sterling sejak musim panas 2024, tetapi tak satu pun yang dianggap cocok oleh kedua belah pihak. Kesepakatan berpisah pun menjadi jalan keluar terbaik.
Kini, Sterling menghadapi tantangan besar untuk menghidupkan kembali kariernya. Dengan pengalaman, reputasi, dan kualitas yang masih dimiliki, langkah selanjutnya akan menentukan apakah ia mampu menemukan kembali performa terbaiknya di panggung sepak bola Eropa.