Penghormatan Diogo Jota Di Anfield, Liverpool Dan Wolves Beri Salam Perpisahan Emosional Untuk Sang Bintang!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Stadion Anfield mendadak berubah menjadi lautan emosi yang sangat menyentuh pada pertandingan hari Sabtu, 27 Desember 2025 kemarin. Pertemuan antara Liverpool melawan Wolves bukan sekadar pertandingan perebutan poin biasa di Premier League, melainkan menjadi panggung penghormatan terakhir yang sangat luar biasa bagi mendiang Diogo Jota. Dunia sepak bola memang sempat dikejutkan dengan kabar duka pada bulan Juli lalu, ketika penyerang tajam asal Portugal itu menghembuskan napas terakhirnya akibat kecelakaan mobil tragis yang terjadi di Spanyol.
Kejadian nahas tersebut juga merenggut nyawa adik tercintanya, Andre Silva, yang merupakan pemain dari klub FC Penafiel. Mengingat Jota adalah sosok yang sangat dicintai oleh publik Liverpool maupun Wolves, pertandingan ini pun menjadi momen pertama kalinya kedua klub bertemu sejak kepergian sang pemain. Suasana haru sudah terasa bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan, menciptakan atmosfer yang bener-bener bikin merinding bagi siapa pun yang hadir di stadion kebanggaan warga Merseyside tersebut.
Gen, momen yang paling bikin mewek adalah saat dua putra kecil mendiang Jota, Dinis dan Duarte, muncul di lapangan sebagai maskot pertandingan. Dengan langkah kecil yang tegar, mereka memimpin skuad Liverpool keluar dari terowongan pemain tepat di depan kapten Virgil van Dijk. Kehadiran mereka seolah membawa kembali kenangan manis sang ayah di rumput Anfield. Istri Jota, Rute Cardoso, juga terlihat hadir di tribun penonton untuk menyaksikan langsung betapa besarnya cinta para pendukung sepak bola untuk suaminya.
Di tribun Kop yang legendaris, sebuah spanduk besar bertuliskan "Diogo Jota, forever in our hearts (Diogo Jota, selamanya di hati kami)" terbentang lebar sebagai bentuk janji suci fans bahwa jasa Jota nggak akan pernah dilupakan. Nggak mau kalah, suporter tim tamu dari Wolves juga terus menyanyikan nama Jota dengan lantang sebelum laga dimulai. Puncaknya terjadi pada menit ke-20, di mana seluruh orang di stadion berdiri untuk memberikan tepuk tangan panjang. Angka 20 sendiri dipilih karena merupakan nomor punggung keramat milik Jota selama berseragam The Reds.
Sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasinya, manajemen Liverpool secara resmi memutuskan untuk mempensiunkan nomor punggung 20 tersebut. Selama membela Liverpool sejak 2020, Jota memang luar biasa dengan catatan 65 gol dari 182 laga dan sukses mempersembahkan gelar Liga Inggris, Piala FA, hingga Piala Carabao.
Pertandingan itu sendiri akhirnya dimenangkan oleh Liverpool dengan skor 2-1. Gol pembuka yang dicetak oleh Ryan Gravenberch pun terasa sangat spesial karena ia mendedikasikannya langsung untuk Jota dengan meniru gaya selebrasi khas sang penyerang. Pelatih Liverpool, Arne Slot, juga menuliskan pesan yang sangat menyentuh dalam catatan program pertandingan tersebut.
"Saya hanya berharap kasih sayang untuk Diogo membawa sedikit penghiburan bagi keluarganya," ujar Slot dalam pernyataan tertulisnya. Kemenangan ini pun terasa lebih dari sekadar tiga poin, tapi menjadi kado perpisahan yang manis untuk sang legenda.