Kasus Bunuh Diri Remaja Adam Raine Masuk Persidangan! OpenAI Bungkam Tuduhan, Keluarga Balik Serang

Genvoice.id | 28 Dec 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - OpenAI akhirnya menanggapi gugatan hukum keluarga Adam Raine, remaja 16 tahun di Amerika Serikat yang bunuh diri setelah berbulan-bulan berinteraksi dengan ChatGPT.

Dalam dokumen resmi yang diserahkan ke pengadilan, perusahaan menolak tudingan bahwa chatbot mereka menjadi penyebab kematian Adam.

Keluarga Raine sebelumnya menuduh ChatGPT memberi informasi detail tentang berbagai metode bunuh diri, mulai dari overdosis obat, tenggelam, hingga keracunan karbon monoksida, bahkan membantu merencanakan apa yang disebut Adam sebagai "bunuh diri yang indah". Namun OpenAI memiliki versi berbeda.

Menurut perusahaan, selama sekitar sembilan bulan Adam menggunakan chatbot tersebut, ChatGPT lebih dari 100 kali menyarankan agar ia mencari bantuan profesional. OpenAI juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan Adam, mengakali fitur keselamatan, melanggar ketentuan penggunaan, yang secara jelas melarang pengguna menghindari mekanisme keamanan.

Dalam tanggapan hukumnya, OpenAI turut menonjolkan konteks lain. Mereka menyebut Adam sudah memiliki riwayat depresi dan kecenderungan bunuh diri sebelum menggunakan ChatGPT. Ia juga sedang mengonsumsi obat yang menurut perusahaan dapat memperburuk pikiran negatif. Karena itu, mereka menilai tidak tepat jika seluruh tanggung jawab diarahkan kepada AI.

Pengacara keluarga Raine, Jay Edelson, balik menyerang pernyataan tersebut. Ia menilai OpenAI mencoba mengalihkan kesalahan kepada korban.

"OpenAI mencoba menyalahkan pihak lain, termasuk, secara mengejutkan, mengatakan bahwa Adam sendiri melanggar aturan dengan menggunakan ChatGPT sebagaimana cara ia diprogram," kata Edelson.

OpenAI turut melampirkan log percakapan Adam dalam dokumen pengadilan, tetapi transkrip itu diajukan secara tertutup sehingga publik tidak dapat melihat detailnya.

Masalahnya, menurut Edelson, OpenAI tetap tidak bisa menjawab satu hal penting: apa yang sebenarnya terjadi pada jam-jam terakhir hidup Adam. Ia menyebut ChatGPT sempat memberikan semangat kepada Adam bahkan menawarkan menuliskan catatan bunuh diri, bagian yang dianggap keluarga sebagai bukti bahwa AI ini belum aman digunakan publik.

Kasus Adam ini hanyalah salah satu dari delapan gugatan baru yang menyeret OpenAI. Tujuh di antaranya dilayangkan setelah keluarga Raine membuka pintu kasus ini: tiga terkait kematian karena bunuh diri, empat lainnya mengenai masalah psikotik yang disebut muncul setelah interaksi intens dengan AI.

Dengan tekanan publik yang makin besar dan bukti yang masih tertutup, kasus Raine diperkirakan akan berlanjut ke persidangan juri-babak yang akan menentukan apakah perusahaan AI dapat dimintai pertanggungjawaban atas dampak psikologis dari teknologi yang mereka buat.