Kasus Miss Universe 2025 Memanas, Presiden Organisasi Terseret Dugaan Kejahatan Berat di Meksiko!

Genvoice.id | 28 Nov 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kontroversi Miss Universe 2025 ternyata belum benar-benar selesai, Gen. Setelah ajang kecantikan itu sempat diwarnai drama walkout hingga isu pengaturan pemenang, kini muncul kabar jauh lebih serius. Presiden Organisasi Miss Universe, Raul Rocha Cantu, sedang diselidiki oleh Kejaksaan Agung Meksiko terkait dugaan keterlibatan dalam aktivitas kriminal kelas berat. Mulai dari perdagangan narkoba, penjualan senjata ilegal, sampai penyelundupan bahan bakar gelap disebut-sebut masuk dalam radar penyidikan.

Kasus ini mencuri perhatian publik karena status Rocha yang bukan hanya pebisnis, tetapi juga pemilik 50 persen saham Miss Universe. Situasi makin memanas karena proses hukum berjalan hanya beberapa hari setelah kemenangan Fatima Bosch diumumkan di kontes Miss Universe 2025.

Kejaksaan Agung Meksiko menyampaikan bahwa mereka tengah mengamankan berbagai dokumen dan informasi penting terkait kasus tersebut. "Informasi penting sedang dikumpulkan yang akan membantu kejaksaan melanjutkan dan memperdalam penyelidikan ini," kata lembaga tersebut pada Rabu (26/11), dikutip AFP. Selain itu, pihak kejaksaan juga menyiapkan surat perintah penangkapan terhadap 13 orang yang diduga terlibat. Nama-nama mereka tidak dipublikasi, namun sejumlah media lokal menyebut Rocha termasuk dalam daftar tersebut.

Laporan investigasi dari harian Reforma kemudian menambah tekanan besar. Dalam temuan mereka, Rocha diduga memimpin jaringan penyelundupan bahan bakar ilegal yang dikirim melalui jalur sungai dari Guatemala menuju Meksiko menggunakan perahu. Rocha sendiri dikenal sebagai pengusaha berpengaruh sekaligus konsul kehormatan Guatemala di Meksiko, sehingga posisinya dianggap memungkinkan untuk menjalankan operasi tersebut tanpa banyak hambatan.

Berdasarkan dokumen surat perintah penangkapan yang dikutip Reforma, jaringan kriminal yang diduga terkait dengan Rocha disebut memiliki relasi dengan sejumlah pejabat pemerintah. Kolaborasi tersebut dituding membantu kelancaran aktivitas ilegal mereka, mulai dari transaksi narkoba, distribusi bahan bakar gelap, sampai penyediaan senjata militer dalam jumlah besar. Media internasional seperti Hindustan Times juga melaporkan dugaan bahwa jaringan itu memasok senjata ke kelompok kriminal di berbagai wilayah Meksiko.

Isu ini memberi efek domino pada reputasi Miss Universe 2025 yang sejak awal sudah penuh masalah. Publik masih mengingat walkout Fatima Bosch karena perlakuan tidak menyenangkan dari Direktur Miss Universe Thailand, Nawat Itsaragrisi. Belum lagi mundurnya beberapa anggota juri dan tudingan bahwa pemenang Miss Universe sudah diatur sejak awal. Rumor makin liar setelah muncul pemberitaan mengenai dugaan hubungan bisnis antara Rocha dan ayah Fatima Bosch, yang membuat kemenangan Fatima semakin disorot.

Rocha, yang menjadi pemilik setengah saham organisasi setelah membeli bagian JKN Global Group melalui Legacy Holding Group USA pada 2024, kini menghadapi krisis yang dapat mengguncang industri kontes kecantikan internasional.

Dengan semua temuan dan spekulasi yang terus berkembang, publik menunggu langkah selanjutnya dari pihak berwenang dan bagaimana organisasi Miss Universe merespons badai besar ini.