Berikut Deretan Harga Tumblr Kopi Tuku yang Sempat Bikin Gaduh Netizen
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tumbler TUKU kembali mencuri perhatian publik, namun kali ini bukan karena desainnya yang estetik atau hype di kalangan penikmat kopi. Sebuah insiden hilangnya tumbler di rangkaian Commuter Line berubah menjadi perbincangan nasional, menyeret petugas KRL, memicu reaksi warganet, dan mendadak membuat banyak orang penasaran dengan harga resmi tumbler tersebut.
Kejadian ini bermula ketika seorang pengguna KRL tanpa sengaja meninggalkan cooler bag di gerbong khusus perempuan pada perjalanan Tanah Abang menuju Rangkasbitung. Cooler bag itu berhasil ditemukan oleh petugas keamanan stasiun. Namun ketika dikembalikan kepada pemiliknya, tumbler TUKU yang ada di dalamnya justru hilang. Pemilik tas pun meminta pertanggungjawaban dari petugas dan PT KAI, sehingga kasus ini dengan cepat naik ke media sosial.
Situasi makin panas ketika muncul kabar bahwa petugas yang menemukan cooler bag tersebut diberhentikan. Rumor ini memicu gelombang komentar, dari yang simpati hingga geram, dan membuat nama tumbler TUKU ikut terseret meski brand kopi tersebut tidak terkait langsung dengan kejadian di lapangan.
Di tengah keramaian itu, publik mulai penasaran: sebenarnya berapa harga tumbler TUKU yang hilang sampai memicu kegaduhan sebesar ini?
TUKU, brand kopi lokal yang didirikan Andanu Prasetyo pada 2015, memang dikenal bukan hanya lewat kopi susu tetangganya yang legendaris, tetapi juga merchandise bergaya minimalis seperti tumbler. Di e-commerce, harga tumbler TUKU ternyata cukup beragam. Varian Stainless Handle ukuran 650 ml dijual sekitar Rp250.000. Seri Tuku9 dipatok Rp199.000. Varian kolaborasi seperti Tuku + Chalo Lab - Bobo Square 780 ml mencapai Rp450.000, sementara Tuku + Chako Lab - Linlin Kettle Tritan 1.150 ml dibanderol Rp350.000. Ada juga model Bidon yang berkisar Rp278.000.
Peristiwa hilangnya tumbler ini bukan sekadar urusan barang tertinggal. Publik menyoroti prosedur penanganan barang di KRL, posisi petugas frontline yang rentan disalahkan, serta bagaimana satu unggahan bisa memicu efek berantai hingga brand kopi terimbas. Di balik viralnya kasus ini, pencarian harga tumbler TUKU justru melonjak, membuat produk tersebut kembali ramai dibicarakan.
Pada akhirnya, sebuah tumbler yang hilang berhasil memantulkan persoalan yang jauh lebih besar: dinamika media sosial, persepsi publik, dan nasib pekerja lapangan yang kerap berada di posisi paling riskan. Namun bagi TUKU, perhatian ini justru membuat merchandise mereka kembali naik daun, meski dalam situasi yang tidak pernah mereka duga.
Artikel Terkait
Artikel terkait tidak ditemukan.