Zaskia Adya Mecca Turun Jadi Relawan Demo di Bundaran HI, Bawa Logistik hingga Ambulans

Genvoice.id | 28 Oct 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Artis Zaskia Adya Mecca hadir di tengah aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026). Bukan untuk berorasi, istri Hanung Bramantyo tersebut datang sebagai relawan dengan membawa bantuan logistik, tenaga medis, dan ambulans bagi peserta aksi.

Kehadiran Zaskia menjadi bentuk kepeduliannya terhadap mahasiswa dan masyarakat yang menyampaikan aspirasi di jalanan. Ia ingin memastikan para demonstran tetap mendapatkan makanan dan minuman serta memperoleh bantuan apabila mengalami gangguan kesehatan selama mengikuti aksi.

Zaskia mengaku datang bersama sejumlah rekan kerjanya dan bergabung dengan kelompok relawan perempuan yang mendirikan posko bantuan di sekitar lokasi demonstrasi.

1. Zaskia Adya Mecca Bawa Makanan agar Massa Demo Tak Kelaparan

Zaskia menjelaskan bahwa dirinya bersama para relawan mengambil peran untuk membantu memenuhi kebutuhan peserta aksi. Ia mengibaratkan kelompok relawan perempuan tersebut sebagai para ibu yang menjaga anak-anaknya ketika turun menyampaikan aspirasi.

"Jadi ini kita kayak ibu-ibu yang ngejagain anak-anak kita yang mau turun langsung. Jadi kita enggak ikut turun ke tengah jalannya, kita hanya bagi-bagi logistik memastikan mereka enggak lapar, mereka enggak haus, mereka enggak sakit maag," ujar Zaskia saat ditemui di Bundaran HI, Rabu.

Zaskia tiba di lokasi sekitar pukul 15.10 WIB. Ia datang bersama tiga rekan kantornya, kemudian bergabung dengan relawan lain yang telah lebih dahulu berada di lokasi.

Baginya, bantuan makanan dan minuman menjadi salah satu hal penting untuk mendukung peserta aksi yang menghabiskan waktu berjam-jam di tengah demonstrasi.

2. Posko Relawan Perempuan Jadi Tempat Pengumpulan Bantuan

Selain membawa logistik, Zaskia turut membantu menggerakkan posko gabungan relawan perempuan yang menampung bantuan dari masyarakat.

Ia menyebut posko tersebut mengusung semangat gotong royong, yakni bantuan yang dikumpulkan masyarakat dapat disalurkan kembali kepada peserta aksi yang membutuhkan.

"Ini adalah posko gabungan dari para ibu-ibu di Indonesia. Dan aku senang kalau di posko ini kayak dari warga untuk warga," ungkapnya.

Zaskia juga menjelaskan bahwa informasi mengenai lokasi posko disampaikan secara langsung melalui siaran daring agar masyarakat mengetahui titik pengumpulan bantuan.

Dengan cara tersebut, warga yang ingin berpartisipasi dapat mengirimkan makanan, minuman, dan kebutuhan lainnya. Berbagai bantuan yang terkumpul kemudian disediakan bagi massa demonstrasi.

3. Delapan Ambulans Disiapkan Gabungan Relawan

Kepedulian Zaskia tidak hanya diwujudkan melalui bantuan konsumsi. Ia juga membawa satu ambulans untuk mendukung kebutuhan medis peserta demonstrasi.

Menurut keterangannya, terdapat delapan ambulans yang disiapkan oleh gabungan relawan perempuan di sekitar lokasi aksi.

"Hari ini aku turun dengan bawa medis, aku bawa ambulans, aku bawa logistik ke sini," kata Zaskia.

Meski demikian, penempatan ambulans di dekat posko bukan perkara mudah. Ia mengaku harus memutar jalan untuk mencari lokasi yang memungkinkan kendaraan tersebut ditempatkan tanpa mengganggu pengaturan lalu lintas.

Zaskia juga sempat menghadapi pembatasan akses ketika hendak menuju titik yang dituju. Petugas kepolisian tidak mengizinkannya melewati jalan pintas sehingga ia harus mengambil jalur lain.

Namun, ia memilih mengikuti arahan petugas demi menjaga situasi tetap kondusif.

"Karena aku pengen damai aja, ya kalau mereka udah bikin alur jalan seperti itu ya tinggal diikutin aja," ujarnya.

4. Mahasiswa UI Berjalan Kaki untuk Mencapai Bundaran HI

Di tengah aktivitas relawan, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) juga berdatangan untuk mengikuti demonstrasi di Bundaran HI.

Rombongan mahasiswa yang berangkat dari lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya, rombongan tersebut telah mencapai kawasan pusat perbelanjaan Grand Indonesia sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan kota karena akses menuju Bundaran HI telah dibarikade polisi.

Para mahasiswa kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan, sebagian peserta sempat dihalangi petugas sehingga mereka berpencar melalui sejumlah jalan untuk mencapai titik demonstrasi.

Salah seorang mahasiswa UI, Shofura, membenarkan adanya peserta aksi yang dicegat ketika berusaha menuju lokasi.

"Iya banyak yang dicegat. Tapi udah ada yang tembus," ujar Shofura kepada Kompas.com.

Mahasiswa yang berhasil mencapai Bundaran HI kemudian bergabung dengan kelompok demonstran lainnya. Mereka menyampaikan aspirasi melalui orasi sambil membentangkan spanduk.

5. Aksi di Bundaran HI Diwarnai Solidaritas Masyarakat

Kehadiran Zaskia Adya Mecca bersama kelompok relawan perempuan memperlihatkan bentuk dukungan masyarakat terhadap peserta demonstrasi, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan bantuan medis.

Di tengah berlangsungnya aksi, penyediaan makanan, minuman, serta ambulans menjadi bagian dari upaya membantu peserta agar tetap mendapatkan dukungan selama menyampaikan aspirasi.

Sementara itu, mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil terus berdatangan ke Bundaran HI untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Bagi Zaskia, peran relawan tidak harus diwujudkan dengan ikut berorasi di tengah jalan. Membantu menyediakan kebutuhan konsumsi dan layanan medis juga menjadi cara untuk menunjukkan kepedulian kepada sesama.

Kehadirannya di posko bantuan pun menjadi salah satu sorotan dalam aksi demonstrasi di Jakarta pada Rabu (28/10/2026).